Kawasan perumahan berkembang di Gonilan, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (9/1/2015). (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos) Caption : Ilustrasi perumahan. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Rabu, 29 April 2015 22:50 WIB JIBI/SOLOPOS/Antara Semarang Share :

BISNIS PERUMAHAN
REI Jateng Berharap Penjualan Rumah Membaik

Kawasan perumahan berkembang di Gonilan, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (9/1/2015). (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)

Ilustrasi perumahan. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)

isnis Perumahan di Jateng diharapkan terus tumbuh. Real Estate Indonesia (REI) Jateng berharap penjualan rumah terus meningkat seiring dikucurkannya dana APBN

 

Jatengpos.com, SEMARANG – Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah berharap penjualan rumah segera membaik seiring dengan dikucurkannya dana APBN dari pemerintah pusat yang salah satunya untuk membiayai pembangunan infrastruktur.

“Kami sangat berharap APBN tersebut dapat segera dikucurkan, dengan demikian perekonomian di tingkat bawah juga segera berjalan cepat,” kata Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah REI Jawa Tengah Bidang Promosi, Publikasi, Pameran dan Humas Dibya K Hidayat di Semarang seperti dikutip Antara, Rabu (29/4/2015).

Diakuinya, hingga bulan ini penjualan rumah di tahun 2015 kurang memuaskan dan masih jauh dibandingkan dengan penjualan rumah pada periode sama tahun lalu.

Sebagai perbandingan, pada tahun lalu penjualan rumah pada setiap pameran terutama yang berskala menengah dan menengah atas bisa mencapai 80 unit, pada pameran beberapa waktu lalu, penjualan tidak lebih dari 60 unit.

Oleh karena itu, pada pameran keempat yang dilaksanakan di Mal Paragon pada 29 April-10 Mei tersebut pihaknya tidak ingin memasang target terlalu tinggi.

“Penjualan bisa mencapai 60 unit saja sudah bagus, kami menyadari saat ini kondisi perekonomian memang belum stabil. Ini berpengaruh terhadap rencana masyarakat untuk membeli rumah,” katanya.

Diakuinya, belum stabilnya kondisi ekonomi saat ini berakibat pada penurunan penjualan rumah oleh para pengembang. Bahkan, jika dirata-rata setiap pengembang bisa mengalami penurunan omzet antara 15-20 persen.

Pihaknya berharap agar mulai semester dua tahun ini penjualan segera membaik dan bisa mengejar kekurangan target pada penjualan-penjualan sebelumnya.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply