Simpatisan Kontras, Selasa (28/4/2015), mengingatkan Presiden Jokowi agar tak menghukum mati korban perdagangan manusia yang dipaksa menjadi kurir narkoba. (JIBI/Solopos/Antara/Yudhi Mahatma) Caption : Simpatisan Kontras, Selasa (28/4/2015), mengingatkan Presiden Jokowi agar tak menghukum mati korban perdagangan manusia yang dipaksa menjadi kurir narkoba. (JIBI/Solopos/Antara/Yudhi Mahatma)
Rabu, 29 April 2015 07:50 WIB Adib Muttaqin Asfar/JIBI/Solopos Hukum Share :

HUKUMAN MATI
Mendadak Tanya Mary Jane, Inikah Penyebab Jokowi Berubah Pikiran?

Hukuman mati terhadap Mary Jane urung dilakukan. Ada dugaan bahwa Presiden Jokowi mulai tergerak.

Keputusan Pemerintah melalui Kejaksaan Agung (Kejakgung) yang menunda eksekusi mati terhadap Mary Jane Veloso memang mengejutkan. Pasalnya, meskipun sudah cukup lama para aktivis HAM dan buruh migran menuntut pembatalan eksekusi itu, namun pemerintah bergeming.

Namun situasi berubah saat perekrut Mary Jane dalam kasus penyelundupan narkoba itu menyerahkan diri di Filipina. Rupanya, hal ini membuat pemerintah berubah pikiran.

Sebuah screenshot dari akun Facebook Usman Hamid (aktivis hukum dan HAM yang pernah menjadi koordinator Kontras) menunjukkan hal itu. Status FB tersebut memuat tulisan yang mengutip tulisan dari Anis Hidayah, aktivis Migrant Care.

“Tadi siang saya ketemu Presiden Jokowi. Dalam pertemuan bertemakan hari buruh, di luar dugaan, Presiden bertanya tentang Mary Jane. Ada kesan beliau mulai tergerak. Inilah momen genting untuk selamatkan Mary Jane,” tulis akun Usman Hamid mengutip pesan Anis, yang diunggah di akun @unilubis, Selasa (28/4/2015).

Meskipun belum terkonfirmasi oleh pihak Istana, kabar ini setidaknya menjadi gambaran situasi sebelum eksekusi mati yang dilakukan semalam. Ini juga menjelaskan bagaimana tagar #biarkanhidup yang dimention ke akun @jokowi_do2 berasal.

“Apakah mereka siap menghukum mati seorang yang mungkin tidak bersalah? Ayo kita berikan dorongan terakhir, yang lantang! Demi hidup Mary Jane. SMS ke Jaksa Agung via ADC 0811914656.”

mary jane veloso

Semalam, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Tony T Spontana di Jakarta, Rabu dini hari, menyatakan Mary Jane batal dieksekusi. Sebagaimana dikutip Antara, dari pemberitaan, perekrut Mary Jane, menyerahkan diri kepada Kepolisian Kota Cabanatuan, Filipina dan dari keterangannya bahwa sosok Mary Jane tidak bersalah.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Filipina Charles Jose, seperti diberitakan media Filipina lainnya Philpstar.com, telah mendapat konfirmasi soal penundaan eksekusi mati Mary Jane. “Kami lega bahwa pelaksanaan (hukuman mati) Mary Jane Veloso tidak dilakukan malam ini. Tuhan telah menjawab doa-doa kita,” ucap Charles Jose.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply