Caption : ilustrasi laju inflasi (JIBI/Solopos/Dok.)
Selasa, 28 April 2015 10:55 WIB Asiska Riviyastuti/JIBI/Solopos Ekonomi Share :

INFLASI SOLO
TPID Solo Waspadai Lonjakan Inflasi Jelang Lebaran

Inflasi Solo diwaspadai dengan semakin dekatnya momentum Ramadan, Lebaran, dan tahun ajaran baru.

Jatengpos.com, SOLO – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Solo mewaspadai lonjakan inflasi menjelang puasa Ramadan, Lebaran, dan tahun ajaran baru.

Hal ini mengingat pada momentum tersebut kebutuhan masyarakat melonjak tajam dan menyebabkan inflasi tinggi.

Wakil Ketua TPID Solo, Ismet Inono, menyampaikan pada bulan depan akan mengadakan High Level Meeting (HLM) yang melibatkan TPID se-Soloraya dan perwakilan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Hal tersebut dilakukan untuk melihat surplus atau defisit komoditas pangan di masing-masing daerah. Oleh karena itu, diharapkan saat permintaan komoditas pangan meningkat, pasokan terpenuhi dan tidak menyebabkan panic buying.

Selain itu, pihaknya juga akan meningkatkan kegiatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang sudah dihubungkan dengan PIHPS nasional.

PIHPS ini terus di-update yang bekerja sama dengan Disperindag, Dispertan, dan Ketahanan Pangan. Hal ini untuk menjaga ekspektasi masyarakat terhadap harga pangan.

“Menjelang Ramadan, harga dan permintaan masih normal. Namun kami sudah menyiapkan antisipasi untuk menekan permintaan dan lonjakan harga. Sidak ke pasar dan koordinasi dengan distributor akan kami lakukan untuk memantau kondisi pasar,” ungkap Ismet saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (27/4/2015).

Selain itu, dia menyampaikan akan ada pasar murah dan pemberian sembako gratis oleh Pemkot Solo di lima kelurahan. Menurut dia, kegiatan yang bekerja sama dengan Bulog dan distributor ini langsung menyasar daerah pinggiran, seperti Semanggi, Mojosongo, Tipes, Kadipiro, dan Pajang pada Mei dan Juni.

Sementara itu, pada rapat TPID yang diadakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo juga membahas mengenai kondisi harga dan pasokan komoditas yang berdampak pada inflasi bulan ini.

Kepala BI Solo ini menuturkan bensin, bawang merah, cabai, daging sapi, dan gula mengalami kenaikan harga sehingga memengaruhi inflasi.

Dia menjelaskan harga gula mengalami kenaikan karena adanya pembatasan impor gula rafinasi. Oleh karena itu, gula yang diproduksi dalam negeri sepenuhnya terserap oleh pasar. Menurut dia, elpiji juga 3 kg juga menjadi perhatian.

Dia menyampaikan meski termasuk isu lama, migrasi pengguna elpiji 12 kg berimbas pada kenaikan harga elpiji 3 kg di beberapa wilayah. Rencana distribusi tertutup pun belum bisa dilakukan karena belum ada kesepakatan.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply