Sejumlah truk melewati kawasan Jalan Palagan Km 10. Rejodani, Ngaglik, Sleman setelah jembatan Turi ambrol. (Sunartono/JIBI/Harian Jogja) Caption : Sejumlah truk melewati kawasan Jalan Palagan Km 10. Rejodani, Ngaglik, Sleman setelah jembatan Turi ambrol. (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 28 April 2015 14:20 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Jembatan Turi Ambrol, Truk Pasir Lewat Jalan Palagan

Jembatan Turi ambrol sehingga truk pasir harus mencari jalur alternatif yakni melalui Jalan Palagan

Jatengpos.com, SLEMAN—Ratusan truk bermuatan pasir dari Gunung Merapi kini melintasi Jalan Palagan, Sleman, menyusul ambrolnya jembatan di jalur alternatif Magelang – Solo, tepatnya di Dusun Pules Lor, Desa Donokerto, Kecamatan Turi.

Truk yang rata-rata dari luar daerah tersebut melewati jalur pengalihan sampai jembatan permanen dibangun Pemda DIY.

Kawasan Jalan Palagan Km.10 Rejodani, kini tiap hari dipenuhi truk pengangkut pasir. Sejumlah truk berpelat nomor luar DIY dari arah utara mengantre untuk berbelok ke kanan menuju Jalan Noto Sukardjo, Ngaglik.

Jalur itu kini menjalur alternatif para sopir untuk menuju Jalan Magelang, mengingat simpang empat Pulowatu menuju simpang empat Girikerto, Turi, jalurnya terlalu sempit, hanya dapat dilalui kendaraan biasa.

Endra, 35, salah satu sopir truk pengangkut pasir asal Semarang mengakui harus memutar hingga lebih dari 15 kilometer, sebagai dampak ambrolnya jembatan di Pules Lor. Meski belum menghitung pengeluaran, dia memastikan biaya operasionalnya akan bertambah.

Jembatan Pules Lor, selalu menjadi alternatif bagi dia saat mengambil material dari lereng Merapi, baik di kawasan Turi, Pakem maupun Cangkringan.

“Sekarang harus berputar jauh, baik pulang maupun pergi. Pasti konsumsi solarnya lebih banyak,” ujarnya saat ditemui Harian Jogja di Jalan Palagan, Kayunan, Ngaglik, Sleman, beberapa waktu lalu.

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda DIY AKBP Ihsan Amin menyatakan, titik pengalihan arus berada di perempatan Pulowatu, Purwobinangun, Pakem, mengingat kawasan itu merupakan titik utama jalur alternatif menuju Solo.

Untuk kendaraan biasa, dari Pulowatu bisa lurus melewati perempatan Girikerto dan lurus hingga perempatan Turi kemudian Jalan Magelang. Sedangkan truk diminta melewati Jalan Palagan sampai di tikungan pertigaan Jalan Palagan Km.10 berbelok kanan melalui Jalan Noto Sukardjo arah SMA 2 Sleman menuju simpang empat Denggung.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply