Pesan "Kita semua Charlie" terpampang di Arab World Institute (IMA), Paris, Rabu (14/1/2015). Tulisan itu merupakan wuud keprihatinan atas jatuhnya korban serangan kantor tabloid satir mingguan Prancis Charlie Hebdo dan supermarket di Paris. Meskipun dunia Islam prihatin dengan teror di Paris tersebut, mereka umumnya juga menyayangkan sikap Charlie Hebdo yang justru menampilkan kartun Nabi Muhammad pada edisi terbaru media massa itu. (JIBI/Solopos/Reuters/Youssef Boudlal) Caption : Pesan "Kita semua Charlie" terpampang di Arab World Institute (IMA), Paris, Rabu (14/1/2015). Tulisan itu merupakan wuud keprihatinan atas jatuhnya korban serangan kantor tabloid satir mingguan Prancis Charlie Hebdo dan supermarket di Paris. Meskipun dunia Islam prihatin dengan teror di Paris tersebut, mereka umumnya juga menyayangkan sikap Charlie Hebdo yang justru menampilkan kartun Nabi Muhammad pada edisi terbaru media massa itu. (JIBI/Solopos/Reuters/Youssef Boudlal)
Kamis, 30 April 2015 12:55 WIB JIBI/Solopos/Antara Internasional Share :

KARTUN CHARLIE HEBDO
Charlie Hebdo Takkan Memuat Kartun Nabi Lagi

Kartun Charlie Hebdo sering menghebohkan masyarakat. Kini Charlie Hebdo menyatakan takkan lagi memuat kartun Nabi.

Jatengpos.com, PARIS – Majalah satir terbitan Prancis, Charlie Hebdo, takkan lagi memuat kartun Nabi yang mengundang kontroversi di masyarakat.

Kartunis Charlie Hebdo, Luz –pembuat kartun Nabi Muhammad SAW pada sampul majalah Charlie Hebdo setelah tragedi pembunuhan di kantor redaksi majalah satir itu pada Januari lalu– mengatakan tidak akan lagi menggambar Nabi.

“Kami tidak tertarik lagi,” kata dia dalam wawancara Les Inrockuptibles yang disiarkan dalam laman mereka, Rabu (29/4/2015).

“Saya sudah lelah dan tidak akan menggambar itu lagi,” kata Luz.

Sebelumnya, kelompok fanatik Islam menembak mati 12 korban ketika mereka menyerang kantor majalah itu di Paris awal tahun ini.

Bagi umat Muslim menampilkan gambar Nabi Muhammad dilarang tetapi edisi berikutnya Charlie Hebdo masih menampilkan gambar yang menurut mereka adalah Nabi Muhammad.

Edisi tersebut laku keras beberapa juta lembar karena terjadi solidaritas atas kebebasan mengemukakan pendapat di seluruh Eropa, sementara tiras mingguan tersebut adalah 60.000 eksemplar.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply