Seorang pengendara sepeda motor melintas di perlintasan kereta tak berpalang pintu di wilayah Dusun Srago, Desa Mojayan, Klaten, Sabtu (5/7/2014). Pengamana perlintasan bakal ditingkatkan seiring datangnta arus mudik. (Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos) Caption : Ilustrasi perlintasan rel tak berpalang (Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos)
Selasa, 28 April 2015 11:05 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Madiun Share :

KERETA LEBARAN
Banyak Perlintasan Tak Berpalang, PT KAI Bakal Tambah Petugas Jaga

Kereta Lebaran bakal mengangkut ratusan ribu penumpang yang pulang kampung. Untuk meningkatkan keamanan, PT KAI bakal menerjunkan petugas jaga tambahan di sejumlah perlintasan kereta rawan kecelakaan.

Jatengpos.com, KOTA MADIUN – Perlintasan sebidang kereta api (KA) hingga saat ini masih menjadi problem yang cukup mengkhawatirkan. Pasalanya, di sanalah kerap terjadi petaka, baik karena kelalaian petugas jaga atau kecerobohan pengendara yang tak mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Kepala PT KAI Daops 7 Madiun, Windar Prihadi Aji mengatakan saat ini jumlah perlintasan sebidang di area Daops 7 Madiun lebih dari 220 titik. Dari jumlah tersebut, sebagian besar tak ada petugas jaga dan tak berpalang pintu. Bahkan, imbuhnya, perlintasan ilegal yang dibuat warga juga terus bertambah.

Menurut data yang berhasil direkap PT KAI Daops 7 Madiun, jumlah perlintasan KA yang dijaga hanya 67 perlintasan. Sementara, perlintasan yang tak dijaga mencapai lebih dari 160 titik. Dan yang mengkhawatirkan lagi, lebih dari 20 perlintasan ilegal yang dibikin warga.

“Kita tak bisa pungkiri ada banyak perlintasan ilegal yang dibikin warga sendiri. Entah karena ingin jalan pintas, atau karena pertumbuhan rumah penduduk di sekitar perlintasan kereta yang kian padat,” paparnya saat ditemui Madiun Pos di ruang kerjanya, Senin (27/4/2015).

Menurut Windar, tugas menjaga perlintasan KA bukanlah berada di tangan PT KAI. PT KAI adalah pengguna jalur di mana yang berhak memberikan rambu dan pengamanan adalah pemerintah setempat.

“Bayangkan jika setiap bus yang lewat di jalan raya juga harus menyiapkan petugas jaga persimpangan? Sama dengan kereta yang melewati jalur rel, tak bisa dibebani menyiapkan petugas jaga,” sambung Manajer Humas PT KAI Daops 7, Eko Budianta.

Meski demikian, sambungnya, PT KAI menyadari keterbatasan tenaga pemerintah setempat dalam menjaga perlintasan. Itulah sebabnya, PT KAI juga tak menutup mata, lantas sama sekali tak memberikan pengamanan di perlintasan rel. Apalagi saat Lebaran di mana frekuensi kereta melintas naik hampir tiga kali lipat.

“Yang jelas, kami tak menutup mata. Kami akan menambah petugas jaga di setiap persimpangan kereta saat Lebaran nanti,” ujar Eko.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply