Spanduk penolakan pemberlakuan arus lalu lintas satu arah di Jl. Prof. dr. Soeharso, Jajar, dipampamh di depan Kantor BBKPM, Sabtu (25/4/2015). (Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos) Caption : Spanduk penolakan pemberlakuan arus lalu lintas satu arah di Jl. Prof. dr. Soeharso, Jajar, dipampamh di depan Kantor BBKPM, Sabtu (25/4/2015). (Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos)
Selasa, 28 April 2015 19:55 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Solo Share :

LALU LINTAS SOLO
Dishub: Kebijakan Jl Soeharso Bukan Untuk Dimusyawarahkan

Lalu lintas Solo pemberlakukan jalan searah di Jl Prof Soeharso diprotes warga.

Jatengpos.com, SOLO — Protes warga terhadap pemberlakukan searah Jl Prof dr Soeharso Jajar, tak digubris Dishubkominfo Solo.

Dishub mengatakan tidak semua masalah lalu lintas bisa dimusyawarahkan. Sejumlah spanduk protes pun sempat dipasang di sepanjang jalur tersebut. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Yosca Herman  Soedrajat mengatakan penataan lalu lintas di dr. Soeharso bakal jalan di tempat jika hanya menuruti keinginan warga.

“Kalau diajak berembuk saya yakin warga tetap memilih dua arah, saya jamin. Namun jalan apa mau dibiarkan terus seperti itu? Tidak setiap masalah lalu lintas bisa dimusyawarahkan,” tukasnya kepada Solopos.com di ruang kerjanya, Selasa (28/4/2015).

Pemkot Solo menyatakan tetap memberlakukan Jl. Prof. Dr. Soeharso, Jajar, menjadi searah meskipun menimbulkan ekses di lingkungan warga. Otoritas meyakini dampak padatnya jalan kampung bakal berkurang seiring penyesuaian perilaku berlalulintas warga.

Yosca Herman Soedrajad, siap mengambil risiko tidak populer dengan kebijakannya di Jl. Prof. Dr. Soeharso. Menurut Herman, sapaan akrabnya, jalan provinsi tersebut mendesak direkayasa ulang karena kapasitasnya tak lagi ideal.

“Setiap jam lalu lintas di sana mencapai 2.000 kendaraan. Truk, bus hingga kendaraan roda dua jadi satu. Ini sudah rawan untuk keselamatan,” ujarnya.

Penerapan kebijakan searah di Jl. Prof. dr. Soeharso sempat memantik protes warga karena bakal membebani jalan kampung di lingkungan sekitar.

Pelebaran Jalan

Herman menilai arus di gang kampung akan berangsur normal dalam sepekan seiring pemahaman rute baru oleh pengguna jalan. Dia menyebut Pemkot juga sudah memikirkan solusi untuk jalan lingkungan. Beberapa ruas jalan sayap di Jl. Prof. dr. Soeharso akan dilebarkan untuk menambah kapasitas arus. Dishubkominfo sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum terkait hal itu.

“Akan ada peningkatan jalan di sejumlah ruas, termasuk perbaikan Jl. Prof. dr. Soeharso sendiri. Kami minta warga tidak bertindak sendiri dengan membikin portal atau semacamnya.”

Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, Ari Wibowo, mengatakan perilaku warga sudah mulai tertib memasuki hari kedua pemberlakuan jalur searah. Ari mengatakan sebulan ke depan akan menjadi ajang sosialisasi kebijakan baru tersebut.

“Selain sosialisasi, kami meningkatkan manajemen traffic light di Fajar Indah dan Faroka untuk mengurai kemacetan,” kata dia.

Seorang pengguna jalan, Lisa Andriyana, 27, mengakui penerapan searah di Jl. Prof. dr. Soeharso mengurangi kepadatan kendaraan dari arah Solo Square.

Namun ia menyebut kepadatan justru berpindah ke Jl. Adi Sucipto. “Pengendara dari Fajar Indah dan Karangasem pada ke Jl. Adi Sucipto karena dilarang ke selatan. Saat berangkat dan pulang kerja, Jl. Adi Sucipto jadi lebih padat,” ucapnya.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply