HarianJOgja/Gigih M. Hanafi Terpidana mati asal Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso tersenyum saat menyemarakkan peringatan Hari kartini di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Wirogunan, Jogja, Selasa (21/4). Caption : Terpidana mati asal Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso tersenyum saat menyemarakkan peringatan Hari kartini di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Wirogunan, Jogja, Selasa (21/4/2015). (Gigih M. Hanafi/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 30 April 2015 16:41 WIB JIBI/Harian Jogja/Antara Peristiwa Share :

MARY JANE
Anak dan Mantan Suami Kunjungi Mary Jane di Lapas Wirogunan

Mary Jane dikunjungi mantan suami dan dua anaknya di Lapas Wirogunan Jogja

Jatengpos.com, JOGJA- Setelah pelaksanaan eksekusi terhadap terpidana mati asal Filipina Mary Jane Fiesta Veloso ditunda dan dikembalikan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta, keluarga besar menyempatkan diri menjenguknya sebelum bertolak kembali ke Filipina, Kamis (30/4/2015).

Keluarga besar yang diantaranya dua anak Mary Jane, kedua orang tua dan mantan suaminya dengan diampingi kuasa hukumnya serta perwakilan dari Kedutaan Besar Filipina tersebut tiba di Lapas Wirogunan Jogja sekitar pukul 08.20 WIB.

Rombongan yang melakukan perjalanan dari Cilacap, Jawa Tengah tersebut sempat menunggu beberapa saat sebelum akhirnya diizinkan masuk oleh pihak Lapas Wirogunan.

Kepala Lapas Kelas II Jogja Zaenal Arifin mengatakan, kedatangan keluarga hanya bersifat lepas kangen pascapenundaan eksekusi terhadap Mary Jane.

“Pertemuan Mary Jane dan keluarga besar dilakukan di ruang khusus, bukan di ruang yang biasa digunakan menjenguk tahanan,” katanya.

Ia mengatakan, untuk pertemuan ini pihaknya memberikan waktu yang lebih longgar kepada keluarga Marry Jane ini, hingga pukul 14.00 WIB.

“Kami memberikan waktu hingga pukul 14.00 karena mereka akan segera bertolak kembali ke Filipina pada pukul 16.00 WIB,” katanya.

Mary Jane merupakan satu diantara sembilan terpidana mati yang seharusnya dieksekusi pada gelombang ke dua Rabu (29/4/2015) dini hari, setelah upaya hukum grasi maupun permohonan PK ditolak.

Eksekusi mati terhadap Mary Jane ditunda dikarenakan dirinya harus menjadi saksi kasus perdagangan manusia yang sedang ditangani kepolisian Filipina.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply