Dua pedagang berbincang sambil berjalan di lorong los zona gerabat lantai I Pasar Ir. Soekarno, Sukoharjo, Kamis (23/4/2015). Los-los di kawasan tersebut melompong karena pedagang telah meninggalkan losnya untuk berdagang di luar pasar. (Rudi Hartono/JIBI/Solopos) Caption : Dua pedagang berbincang sambil berjalan di lorong los zona gerabat lantai I Pasar Ir. Soekarno, Sukoharjo, Kamis (23/4/2015). Los-los di kawasan tersebut melompong karena pedagang telah meninggalkan losnya untuk berdagang di luar pasar. (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)
Rabu, 29 April 2015 06:10 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

PASAR IR. SOEKARNO SUKOHARJO
Pemkab Kesulitan Ambil Alih Kios

Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo menyisakan masalah. Disperindag Sukoharjo mengakui kesuliran mengambil alih kios.

Jatengpos.com, SUKOHARJO — Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sukoharjo, A.A. Bambang Haryanto, mengaku tak mudah mengambil alih sejumlah los dan kios di Pasar Ir. Soekarno dari tangan pedagang.

Pria yang akrab disapa Anton itu mengaku masih kesulitan untuk mengidentifikasi sejumlah kios atau los yang benar-benar mangkrak di pasar tradisional itu.

“Waktu kami cek ke lokasi, ada beberapa kios atau los yang memang benar-benar kosong. Kalau benar-benar kosong yang kita ambil alih. Tetapi, ada pedagang yang tidak membuka kios atau los dengan alasan masih menggelar hajatan atau sedang bertakziah,” kata Anton saat ditemui wartawan di Sukoharjo, Selasa (28/4/2015).

Selain berdalih masih menggelar hajatan atau bertakziah, sejumlah pedagang juga beralasan masih ingin membenahi kios. Dia menyayangkan pedagang itu tidak membenahi kios jauh-jauh hari sehingga membuat kios itu terkesan mangkrak.

“Kalau berdalih sedang lakukan pembenahan ya tidak akan kami ambil alih. Adanya pembenahan menandakan kios itu akan dipakai. Tapi jeleknya, selama waktu 60 hari lalu, pedagang mengerjakan apa? Kenapa baru sekarang pembenahan itu dilakukan?” tanyanya.

Meski tidak dibuka, beberapa kios sudah ada barang-barang dagangan di dalamnya. Kendati begitu, Anton curiga barang-barang itu sengaja disimpan di dalam untuk membuat kesan kios itu bakal dibuka pedagang di kemudian hari.

“Kalau barangnya hanya toples kecil atau pisang selirang, saya tidak yakin kios itu akan dibuka. Nanti akan kami ambil alih. Tapi, kalau dagangannya ada banyak, akan kami monitor dulu sampai beberapa hari ke depan,” paparnya.

Sebelumnya, Disperindag bersama Satpol PP dan Kodim/0726 Sukoharjo meninjau Pasar Ir. Soekarno untuk memastikan pedagang benar-benar menempati kios atau los. Beberapa kios dan los yang sebelumnya terlihat mangkrak sudah terlihat mulai dibuka untuk menggelar dagangan. Namun, dibukanya kios dan los oleh pedagang itu dianggap sebagai siasat supaya tidak diambil alih Pemkab Sukoharjo.

 

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply