Petani memupuk jagung dengan tetes tebu, Senin (2/2/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Rudi Mulya) Caption : Petani memupuk jagung dengan tetes tebu, Senin (2/2/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Rudi Mulya)
Rabu, 29 April 2015 05:50 WIB JIBI/SOLOPOS/Antara Semarang Share :

PRODUKSI PERTANIAN KUDUS
Dongkrak Kesuburan Tanah, Penggunaan Pupuk Diminta Berimbang

Petani memupuk jagung dengan tetes tebu, Senin (2/2/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Rudi Mulya)

Petani memupuk jagung dengan tetes tebu, Senin (2/2/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Rudi Mulya)

Produksi pertanian di Kudus diupayakan terus meningkat. Pemkab Kudus mengimbau petani setempat agar berimbang dalam menggunakan pupuk 

 

Jatengpos.com, KUDUS – Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengimbau petani setempat menggunakan pupuk berimbang demi menjaga tingkat kesuburan tanahnya.

“Apalagi, pemerintah pusat juga mencanangkan swasembada pangan sehingga bentuk dukungan petani bisa diwujudkan lewat perawatan tanahnya agar terjaga kesuburannya,” ujarnya kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kudus Harsito di Kudus seperti dikutip Antara, Selasa (29/4/2015).

Menyinggung soal memperluas areal sawah, Harsito mengaku kesulitan karena yang terjadi saat ini justru relatif banyak pengalihan lahan sawah untuk permukiman.

Ketika kesuburan tanahnya terjaga, lanjut dia, hasil panen tanaman padinya juga bisa maksimal.

Selama ini, kata Harsito, petani hanya mau menggunakan pupuk urea tanpa mau memadukan dengan pupuk jenis lainnya dengan sejumlah alasan.

“Padahal, kebutuhan pemupukan bukan atas kemauan petani, melainkan sesuai dengan kebutuhan tanah agar tetap subur,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia memandang perlu ada pertemuan dengan para petani dan sejumlah pihak terkait untuk menyamakan persepsi soal penggunaan pupuk yang benar agar tingkat kesuburan tanah sawah di Kudus bisa tetap terjaga.

Pemakaian pupuk pupuk urea secara berlebihan, menurut Harsito, bisa berdampak pada tingkat kesuburan tanahnya semakin berkurang.

Apalagi, lanjut dia, selama ini banyak petani yang belum membiasakan melakukan pemberian pupuk secara tepat dosis dan tepat waktu agar hasil yang diperoleh bisa maksimal.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply