Caption : Tari Kreasi Tari Kelinci
Rabu, 29 April 2015 15:00 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Solo Share :

SOLO MENARI 2015
Berdiri di Tengah Jalan, Panggung Solo Menari di Jensud Bikin Macet

Solo Menari 2015 digelar di berbagai titik, termasuk Jl. Jenderal Sudirman (Jensud), yang selalu jadi venue utama.

Jatengpos.com, SOLO — Kepadatan lalu lintas membayangi Jl. Jenderal Sudirman (Jensud) seiring persiapan acara Solo Menari dua hari terakhir, Selasa-Rabu (28-29/4/2015). Warga meminta perhelatan di jalan protokol seperti Jl. Jenderal Sudirman (Jensud) dievaluasi karena sering memicu kemacetan.

Baca: Puluhan Penari Buka Aksi Solo Menari 24 Jam.

Pantauan Solopos.com, Rabu siang, kepadatan arus terjadi di jalur Jensud dari arah barat (Jl. Slamet Riyadi) menuju Balai Kota Solo. Sebuah panggung besar di tengah jalan ditambah rigging panggung membuat akses menciut hingga menyisakan 4 meter di masing-masing jalur.

Baca: 116 Kontingen Siap Tampil dalam Solo 24 Jam Menari.

Sejak pagi, beberapa petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo sibuk mengatur lalu lintas dari panggung setengah jadi milik Solo Menari. “Harusnya panggung tidak ditaruh di tengah seperti itu. Jelas bikin macet,” ujar Riyanto, 40, seorang pengguna jalan saat ditemui Solopos.com di kawasan Jensud.

Kepadatan arus semakin parah karena panitia acara memasang rigging (konstruksi panggung) di depan Kantor Pos sampai Bank Indonesia. Rigging juga dipasang di sisi timur Jensud (depan halaman Vastenburg). Menurut Riyanto, mestinya seluruh properti panggung digeser ke timur untuk mengurangi penumpukan kendaraan dari arah Jl. Slamet Riyadi.

“Jadi sebagian jalur bisa untuk pengguna jalan, tidak menyebar seperti ini,” tutur warga Joyosuran, Pasar Kliwon, itu.

Rawan Kecelakaan

Seorang pengguna jalan lain, Cahyadi Kurniawan, 25, meminta Pemkot Solo betul-betul mengkaji pelaksanaan event di Jensud. Selain memicu kemacetan, ia menilai kebijakan tersebut rawan menimbulkan kecelakaan. Pantauan Solopos.com, kerawanan lalu lintas memang terjadi utamanya di tikungan Jl. Slamet Riyadi menuju Jensud.

Lebar badan jalan yang mengecil membuat sepeda motor hingga angkutan bus berdesak-desakan. Beberapa pengendara sepeda motor bahkan sempat terjatuh saat melalui kawasan itu. “Acara di Jensud memang untuk menghibur masyarakat. Namun kalau jadinya memicu kemacetan dan kecelakaan, kan malah kontraproduktif,” kata dia.

Kepala Dishubkominfo, Yosca Herman Soedrajad, mengaku sudah memeringatkan panitia agar tak memasang rigging di depan Kantor Pos. Dia menilai keberadaan properti itu semakin membebani arus di Jensud. Disinggung setting panggung di Jensud, Yosca belum diajak bicara. “Tahu-tahu seperti itu. Kemarin sudah kami minta dipindahkan. Kadang-kadang panitia memang nyari yang cepat dan gampang,” tukasnya.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply