Sejumlah taruna saat keluar dari ksatrian AAU untuk melakukan pesiar atau liburan pada akhir pekan lalu. (Pentak AAU) Caption : Sejumlah taruna saat keluar dari ksatrian AAU untuk melakukan pesiar atau liburan pada akhir pekan lalu. (Pentak AAU)
Rabu, 29 April 2015 13:20 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Pendidikan Share :

TARUNA AAU JOGJA
Berwisata, Taruna AAU Harus Berpakaian Dinas

Taruna AAU Jogja saat berwisata tetap harus berpakaian dinas

Jatengpos.com, SLEMAN – Tiap akhir pekan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi taruna dan taruna Akademi Angkatan Udara (AAU) karena dapat melakukan liburan atau pesiar. Tetapi mereka harus tetap taat pada mengikuti aturan militer meski saat liburan.

Kepala Penerangan AAU Mayor Filfadri menjelaskan dalam sepekan taruna diberi waktu libur sehari setelah enam hari mengikuti kegiatan akademik yang menguras tenaga dan pikiran.

Libur itu disebut dengan istilah pesiar karena taruna dan taruni diperbolehkan keluar dari area ksatrian AAU untuk melakukan aktifitas pribadinya.

Para taruna biasa memanfaatkan waktu seperti jalan-jalan menikmati keindahan kota Jogja. Ada pula yang berbelanja berbagai kebutuhan hingga berwisata kuliner mengingat selama di ksatrian menu makanan yang mereka terima setiap harinya telah diatur oleh lembaga.

“Kalau taruna dari Jogja bisa pulang kerumah bertemu keluarga. Biasanya selalu mengajak rekannya yang dari luar Jogja untuk pesiar kerumahnya sekaligus sebagai bentuk jiwa korsa antar sesama taruna taruni,” terangnya, Selasa (28/4/2015).

Kendati pesiar namun taruna dan taruna tidak bisa melenggang bebas seenaknya. Mereka harus tetap menaati aturan dan tata tertib kehidupan di luar ksatrian yang sudah ditetapkan lembaga. Seperti harus tetap mengenakan pakaian dinas harian lengkap. Mereka juga harus mematuhi tata tertib dan norma yang berlaku di masyarakat. Jika tidak patuh, maka sanksi tegas akan diberikan.

Menurutnya tidak semua taruna bisa menikmati waktu pesiarnya di akhir pekan. Karena ada yang mendapatkan jadwal tugas dinas dalam tiap hari Sabtu dan Minggu. Mereka harus menjaga sejumlah pos ksatrian AAU. Bagi Taruna yang dinas dalam hari Sabtu, mereka mulai melaksanakan tugas pada jam 16.00 WIB hingga Minggu pukul 07.00 WIB.

“Setelah itu mereka diperbolehkan melaksanakan pesiar. Kalau yang dinas dalam hari Minggu, mulai melaksanakan tugas pada¬† pukul 07.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB, setelah itu mereka tidak diijinkan lagi melaksanakan pesiar,” tegasnya.

Salah satu taruna yang mendapat tugas dinas dalam pada akhir pekan lalu adalah Sersan Mayor Dua Taruna (Sermadatar) Alif Septian. Taruna asal Jakarta ini mengaku tetap bangga menggunakan Pakaian Dinas Lapangan Tempur (PDLT) disaat temannya berpesiar.

Ia menjelaskan dinas dalam yang dilakukannya yaitu menjaga pos ksatrian AAU. Contohnya berdiri tegap seperti patung di pos monyet serta berjaga di pos jaga sembari memperhatikan dan mencatat orang yang keluar masuk ksatrian.

“Tugas seperti ini merupakan pelatihan bagi kami. Agar secara langsung mengetahui tata cara melaksanakan tugas jaga yang nanti akan kami laksanakan ketika sudah lulus dari akademi,” ujarnya.

Sementara Filfadri menambahkan, untuk taruna berpangkat Sermadatar seperti Alif, saat melaksanakan dinas jaga bertindak sebagai Komandan Dinas Keamanan (Dandiskam) dan Wadandiskam. Sedangkan bagi Sersan Taruna sebagai anggota Dinas Keamanan. Selain pelaksanaan pesiar, kata dia, para taruna juga dapat Ijin Bermalam (IB) yang telah diatur dengan jadwal kegiatan pendidikan. Sehingga tidak mengganggu kelancaran proses belajar dan berlatih taruna dan taruni.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply