Caption :
Jumat, 30 September 2016 09:30 WIB Hanifah Kusumastuti/JIBI/Solopos Internasional Share :

Allardyce di Timnas Inggris, 67 Hari 1 Laga 1 Kemenangan

Sam Allardyce dipaksa mundur dari Timnas Inggris.

Jatengpos.com, LONDON – 22 Juli 2016 ditetapkan sebagai Manajer Inggris, 4 September membawa Inggris mengalahkan Slovakia pada laga perdana, 26 September dituduh terlibat skandal, dan 27 September dipecat. Itulah time line Sam Allatdyce di kursi pelatih Timnas Inggris. Pria yang akrab disapa Big Sam itu hanya bertahan 67 hari menduduki kursi pelatih Inggris dan harus meletakkan jabatannya secara tragis.

Federasi Sepak Bola Inggris (FA) akhirnya memutuskan untuk memaksa Big Sam turun dari jabatan, sehari setelah media Inggris, Daily Telegraph, menguak skandal korupsi tentang transfer pemain sepak bola Inggris, dengan menjadikan mantan pelatih Newcastle United tersebut sebagai salah satu sasaran.

Sebelumnya, The Telegraph menginvestigasi dengan menyamar sebagai pebisnis dari Timur Tengah. Allardyce pun memberi cara kepada pebisnis palsu tersebut agar bisa menghindari aturan kepemilikan pihak ketiga yang telah dilarang oleh FA sejak musim 2008-2009. Big Sam disebut-sebut juga meminta bayaran senilai 400.000 poundsterping (Rp6,7 miliar) atas “jasa”nya tersebut.

Big Sam legawa meletakkan jabatan tertinggi di skuat Inggris tersebut. Meski meminta maaf dan mengakui sikapnya sebagai tindakan bodoh, namun ia merasa menjadi korban atas “jebakan” yang dilakukan pihak jurnalis yang menyamar sebagai pebisnis saat melakukan investigasi.

“Sebagai cerminan, ini tindakan bodoh, namun ini Cuma membiarkan seseorang tahu saya membantu seseorang yang saya ketahui salama 30 tahun. Tentu saja ini penghakiman yang keliru dari sebagian diriku dan saya telah membayar konsekuensinya. Penjebak telah menang dalam hal ini dan saya harus menerima itu,” jelas pria berusia 61 tahun tersebut kepada Sky Sport, seperti dilansir Dailymail.co.uk, Rabu (28/9/2016).

Pro-kontra mengenai Big Sam bisa jadi akan menyita waktu hingga berhari-hari dan bahkan berbulan-bulan. Tapi FA juga harus secepatnya memikirkan pengganti Big Sam di kursi pelatih Timnas Inggris yang lowong. Untuk sementara, otoritas sepak bola di Negeri Ratu Eizabeth II itu menunjuk pelatih Timnas Inggris U-21, Gareth Southgate, sebagai karteker pelatih The Three Lions.

Sejumlah nama langsung mengemuka. Salah satunya pelatih Arsenal, Arsene Wenger, yang sudah berkiprah di Liga Premier selama 20 tahun. Wenger yang kontraknya habis dengan Arsenal akhir musim ini telah dihubung-hubungkan dengan jabatan pelatih Thre Three Lions sejak Roy Hodgson mundur pascaEuro 2016.

“Apakah saya akan menangani Inggris? Mengapa tidak? Saya tidak pernah menolak, namun sayang senang dan fokos pada level klub. Inggris negara keduaku. Saya benar-benar tunduk kepada Inggris ketika melawan Islandia [di Euro 2016],” jelas Wenger beberapa waktu lalu.

Dua pelatih Italia, Claudio Ranieri, dan Roberto Mancini juga masuk bursa kandidat pelatih Inggris. Keduanya tidak asing dengan daratan Inggris. Ranieri masih menangani Leicester City, tim yang dibawanya menciptakan dongeng meraih gelar Liga Premier musim lalu. Sedangkan Mancini pernah membesut Manchester City.

Siapapun pengganti Allardye. Peristiwa yang menimpa Big Sam sudah menjadi tamparan keras bagi sepak bola Inggris. Itu tak ubahnya sebagai aib yang tidak bisa dihindari atau tutup-tutupi lagi. “Masyarakat sepak bola di seluruh dunia akan menertawakan kami. Inggris menjadi lelucon,” ujar bek Timnas Inggris, Rio Ferdinand.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply