Pencairan di Glagah 2 terlihat lengang dan hanya dihadiri oleh tim dari PT Angkasa Pura 1 dan pihak perbankan di Balai Desa Glagah, Senin (26/9/2016). Pencairan bagi penggarap PAG ditangguhkan sesuai dengan permintaan perangkat Desa Glagah hingga kejelasan kompensasi dari Puro Pakualaman diketahui. (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja) Caption : Pencairan di Glagah 2 terlihat lengang dan hanya dihadiri oleh tim dari PT Angkasa Pura 1 dan pihak perbankan di Balai Desa Glagah, Senin (26/9/2016). Pencairan bagi penggarap PAG ditangguhkan sesuai dengan permintaan perangkat Desa Glagah hingga kejelasan kompensasi dari Puro Pakualaman diketahui. (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 29 September 2016 21:20 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

BANDARA KULONPROGO
BPN Masih Cari Solusi Masalah Administrasi

Bandara Kulonprogo, muncul berbagai persoalan saat pencairan ganti rugi.

Jatengpos.com, KULONPROGO — Badan Pertanahan Nasional (BPN) selaku tim pengadaan lahan Bandara New Yogyakarta International Aiport (NYIA) mengajukan kajian kepada pemerintah pusat guna mencari solusi permasalahan yang muncul dalam pencairan ganti rugi milik warga terdampak. Sementara menunggu kebijakan tersebut maka sejumlah pencairan akan ditangguhkan.

Berdasarkan evaluasi tahapan pencairan yang telah dilakukan beberapa waktu belakangan, BPN telah menginventarisasi sejumlah masalah, khususnya terkait dokumen kepemilikan lahan warga. Kepala Kanwil BPN DIY, Arie Yuriwin mengatakan ada banyak masalah terkait warga yang berkasnya belum lengkap.

“Sedang kita mintakan petunjuk ke pemerintah pusat, hasil dari inventarisasi masalah khususnya warga yang berkasnya belum lengkap,”jelasnya, Rabu (28/9/2016).

Sejumlah masalah tersebut antara lain perbedaan sikap ahli waris bidang lahan terhadap pembangunan bandara dan dokumen kepemilikan lahan milik warga yang masih diagunkan ataupun hilang.

Lebih lanjut, Arie mengatakan ganti rugi milik ahli waris yang setuju sebenarnya tetap akan diberikan asal sudah dilakukan pembagian waris secara jelas sebelumnya. Selain itu, dilengkapi pula dengan surat pernyataan yang menyebutkan bahwa segala kemungkinan gugatan mengenai lahan tersebut akan menjadi tanggung jawab keluarga.

Sedangkan bagian ganti rugi milik ahli waris yang tak setuju tetap akan dikonsinyasi. Selama kajian tersebut, pencairan ganti rugi milik warga terkait akan ditunda hingga ada solusi lebih lanjut. Namun, sejumlah warga ini nantinya akan diundang kembali dengan jadwal tersendiri.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply