Lurah Sangkrah Singgih Bagjono (menghadap sungai) meninjau bantaran sungai Bengawan Solo untuk memastikan tidak ada warga yang terdampak banjir, Rabu (28/9/2016). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos) Caption : Lurah Sangkrah Singgih Bagjono (menghadap sungai) meninjau bantaran sungai Bengawan Solo untuk memastikan tidak ada warga yang terdampak banjir, Rabu (28/9/2016). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Rabu, 28 September 2016 09:34 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

BANJIR SOLO
TMA di Pintu Air Demangan 4 Meter, Sangkrah Masih Aman

Banjir Solo terus diwaspadai menyusul tingginya curah hujan.

Jatengpos.com, SOLO – Tinggi muka air (TMA) di Pintu Air Demangan tercatat 4 meter (m) pada Rabu (28/9/2016) pukul 09.00 WIB.

Kondisi tersebut masih tergolong aman. Pantauan Jatengpos.com, Rabu pukul 09.00 WIB, pintu air Demangan belum ditutup. Lurah Sangkrah, Singgih Bagjono, menyampaikan tidak ada warga yang mengungsi selama hujan sejak Selasa (27/9/2016) malam. Menurut dia, tidak ada genangan air atau banjir yang sampai masuk ke rumah-rumah warga.

“Sangkrah aman. Pintu air belum ditutup. Pintur air Demangan baru akan ditutup setelah TMA lebih dari 4 meter. Apabila pintu air Demangan ditutup, air dari kota kan otomatis dipompa. Sekarang belum pintu air belum ditutup,” kata Singgih saat ditemui Jatengpos.com, Rabu pagi.

Pantauan Espos, warga bantaran Sungai Bengawan Solo di wilayah Sangkrah juga tidak ada yang mengungsi. Air dari Sungai Bengawan Solo tidak sampai masuk ke rumah warga di bantaran. Singgih mengimbau kepada warga di bantaran Sungai Bengawan Solo untuk waspada. Dia menganjurkan warga bantaran untuk segera pindah tempat tinggal dengan ancaman banjir saat hujan.

Disinggung soal antisipasi adanya warga yang mengungsi, Singgih menyebut logistik menjadi kewenangan BPBD Solo. Dia mengeluhkan tidak adanya dana bagi Pemerintah Kelurahan untuk penanggulangan bencana, termasuk warga yang menjadi korban. Singgih berharap pemerintah kelurahan, ksususnya yanh berada di wilayah rawan bencana banjir mendapat alokasi dana penanggulangan bencana.

“Kalau ada dana kan kami bisa bergerak cepat. Siapa tahu ada warga yang harus mengungsi. Sekarang kami belum punya apa apa,” ujar Singgih.

 

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply