Puluhan rumah di pinggir Kali Pepe, wilayah Kelurahan Gandekan, Jebres, Solo, yang terdampak proyek penanganan banjir Solo, Rabu (28/9/2016). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos) Caption : Puluhan rumah di pinggir Kali Pepe, wilayah Kelurahan Gandekan, Jebres, Solo, yang terdampak proyek penanganan banjir Solo, Rabu (28/9/2016). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Rabu, 28 September 2016 17:15 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

INFRASTRUKTUR SOLO
Kelurahan Gandekan Pastikan Puluhan Rumah di Pinggir Kali Pepe Tak Dibongkar, Ini Alasannya

Infrastruktur Solo, Kelurahan Gandekan puluhan rumah di pinggir Kali Pepe tak dibongkar.

Jatengpos.com, SOLO–Pemerintah Kelurahan Gandekan memastikan puluhan rumah di pinggir Kali Pepe, wilayah kelurahan setempat tidak akan dibongkar seiring dengan pelaksanaan proyek penanganan banjir Solo tahun anggaran 2016-2018.

Lurah Gandekan, Daliman, mengimbau warga yang menghuni rumah di pinggir Kali Pepe untuk tidak cemas dengan rencana pelaksanaan proyek penanganan banjir Solo oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Berdasarkan keterangan dari pelaksana proyek, dia memastikan, tidak ada rumah yang dibongkar saat pelaksanaan proyek penanganan bajir Solo di Kali Pepe.

Daliman menerima penjelasan dari pihak pelaksana dalam sosialisasi proyek penanganan banjir Solo di Pendopo Kantor Kelurahan Gandekan, Selasa (28/9/2016) malam. “Saya sudah mendengar keterangan dari pihak pelaksana proyek. Katanya, tidak ada rumah di bantaran yang sampai dibongkar saat penataan Kali Pepe dan pintu air Demangan,” kata Daliman kepada Solopos.com di Taman Cerdas Gandekan, Rabu (28/9/2016).

Daliman menjelaskan proyek penanganan banjir Solo di Kali Pepe menyasar penguatan tebing. Menurut dia, rumah warga yang menjorok ke Kali Pepe terpaksa harus disesuaikan, yakni dengan dipapras sebagian mengikuti ketentuan. Rumah tidak akan dibongkar seluruhnya. Daliman menyampaikan ketinggian beberapa tebing Kali Pepe juga bakal dinaikkan.

“Di Kali Pepe nanti proyek hanya menyasar penguatan tebing. Misalnya, di RW 004 kan tebingnya sekarang terlalu rendah. Nanti bisa dinaikkan. Setahu saya rumah warga di sana tidak perlu ikut dinaikkan. Jadi rumah tidak sampai dibongkar. Kalau tebing tidak dinaikkan, banjir mengancam warga. Selama ini luapan air dari Kali Pepe masuk ke kampung kan lewat daerah situ,” jelas Daliman.

Daliman tidak bisa menjelaskan secara detail jumlah rumah yang berada di bibir Kali Pepe. Dia memperkirakan sedikitnya ada 31 rumah di RW 003 Gandekan dan 14 rumah di RW 004 Gandekan yang berada di tepi Kali Pepe. Daliman tidak menampik puluhan rumah tersebut menempati lahan pemerintah. Rumah-rumah itu sudah ada sejak puluhan tahun lalu.

Seorang warga RT 004/RW 003 Gandekan, Tukijo, 73, berharap tidak digusur dari tempat tinggalnya sekarang di bantaran Kali Pepe, seiring dengan pelaksanaan proyek penanganan banjir Solo. Dia yang juga datang dalam sosialisasi proyek penanganan banjir Solo, Selasa malam, meminta pemerintah intens mengajak komunikasi warga terdampak proyek.

“Yang jelas kami minta pemerintah terbuka dengan warga. Kami berharap warga di pinggir Kali Pepe jangan sampai tergusur. Kalau pun warga harus pindah, mestinya ada informasi yang jelas. Jangan bikin kaget. Kami sekarang berpikir positif. Warga percaya pemerintah untuk tidak membongkar rumah selama pelaksanaan proyek,” jelas Tukijo.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply