Caption : Ibu almarhum Wayan Mirna Salihin, Ni Ketut Sianti (tengah) bersama saudara kembar Mirna, Made Sandy Salihin (kanan) menghadiri sidang kasus pembunuhan anaknya dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso di PN Jakarta Pusat, Rabu (14/9/2016). Sidang itu mengagendakan mendengarkan keterangan saksi ahli toksikologi kimia Universitas Indonesia (UI), Dr. rer. nat. Budiawan yang dihadirkan oeh penasehat hukum terdakwa. (JIBI/Solopos/Antara/Wahyu Putro A)
Rabu, 28 September 2016 14:22 WIB Adib Muttaqin Asfar/JIBI/Solopos Hukum Share :

Jessica Mengaku Diintimidasi di Rumah Duka, Ini Bantahan Tante Mirna

Keterangan Jessica dikonfrontasikan dengan fakta persidangan dan BAP. Jessica sempat mengaku diintimidasi tante Mirna di rumah duka.

Jatengpos.com, JAKARTA — Terdakwa kasus kematian Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso, diperiksa dalam sidang ke-26 di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2016). Jessica dihadirkan untuk dikonfrontir dengan fakta-fakta yang dikemukakan di persidangan sebelumnya dan keterangan di berita acara pemeriksaan (BAP).

Salah satu hal yang ditanyakan ke Jessica adalah soal pertemuan Jessica dengan bibi Mirna, Rosmiati Salihin, di rumah duka. Jessica mengaku dirinya merasa tidak nyaman saat bertemu Rosmiati. Hal itu terungkap saat jaksa Shandy Handika menanyakan kenapa Jessica tidak hadir di pemakaman Mirna.

“Kapan memberi keterangan kepada polisi? Pada hari pertama atau saat pemakanan? Atau seperti apa?” tanya jaksa. Jessica pun menjawab. “Malamnya ada banyak polisi, dan saya enggak ke pemakaman Mirna,” jawab Jessica.

Saat ditanya kenapa dia tidak datang ke pemakaman, Jessica mengatakan dirinya sudah datang ke rumah duka. Dia menceritakan dirinya merasa tidak nyaman ketika bertemu dengan seorang wanita di rumah duka itu. Mendengar hal ini, jaksa pun bertanya kenapa dia tidak merasa nyaman.

“Solanya saya pas di rumah duka, ada yang membuat saya merasa aneh. Nama rumah dukanya apa saya lupa. Saya datang, Darmais kalau enggak salah,” jawab Jessica. Baca juga: Lihat Lagi! Inilah BAP Kristie Soal Sisi Gelap Jessica di Australia.

“Kapan ke Darmais? Tanggal 6 [Januari 2016]? Atau Rabu? Atau kapan?” tanya jaksa. “Saya hari ketiga [ke Darmais], kayaknya sore,” jawab Jessica.

“Yang aneh apa maksudnya?” tanya jaksa lagi. Jessica pun menceritakannya. “Saya diperkenalkan ke seseorang, tantenya Mirna. Dia bilang. ‘Oh kamu yang lama di sana ya, saya bilang ya. Saya cerita apa adanya. Terus tante itu mengatakan saya tahu ada seseorang yang menaruh sesuatu di kopi mirna’. Saya pikir-pikir, kan Hanie datang bareng Mirna, jadi cuma saya yang di situ. Di situ saya merasa tidak nyaman, kenapa bisa bilang gitu saya enggak ngerti,” katanya.

Namun, keterangan Jessica dalam sidang itu dibantah oleh Rosmiati. Saat diwawancarai TV One di luar ruang sidang bersama ibunda Mirna, Ni Ketut Sianti, Rosmiati mengatakan kejadiannya bukan seperti cerita Jessica. “Saya ini tantenya Mirna, yang disebut Jessica mengintimidasi dia,” kata Rosmiati. Baca juga: Kristie Sebut Jessica Pernah Mabuk dan Menari Erotis.

Menurut Rosmiati, Jessica itu datang ke rumah duka cuma sebentar 10 menit. “Dia duduk di pojok, terus kita datangi. Kita kan mau tau ya, kenapa Mirna tiba-tiba mati dengan posisi seperti itu,” ujarnya.

“Kita tanya, gimana sih ceritanya, Jes? Sebenarnya ada apa? Lalu dengan muka tanpa empati, dia menjawab. ‘Ya gitu aja’. Saya bilang. “Enggak Jes, kita ini ingin tahu. Jawab dia, “ya gitu aja, saya enggak naruh apa-apa di kopinya Mirna’,” cerita Rosmiati.

Mendengar jawaban tersebut, Rosmiati mengaku kaget. Pasalnya, dia tidak menyangka jawaban itu keluar dari Jessica. “Saya kan kaget, maksudnya apa dia bilang enggak naruh apa-apa di kopi. Kita malah ingin tahu. ‘Kita ini bukan penyidik jes, kita cuma ingin tahu saja. Maksudnya apa itu?’.”

Lalu, kata Rosmiati, Jessica pun pergi dari rumah duka. Saat pemakaman Mirna, Jessica juga tidak terlihat.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply