Caption :
Kamis, 29 September 2016 00:40 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

KEBENCANAAN SLEMAN
Bisa Muncul Kapan Saja, Pemkab Minta Masyarakat Waspada

Potensi yang perlu diwaspadai antara lain, hujan deras, angin kencang dan petir.

Jatengpos.com, SLEMAN- Bupati Sleman Sri Purnomo mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi bencana yang dapat muncul kapan saja.

Menurut Sri Purnomo, saat ini wilayah Sleman masuk musim pancaroba. Selama musim ini, intensitas hujan yang turun cukup tinggi. Tidak hanya hujan, angin kencang dan petir juga terjadi di sejumlah wilayah.

“Agar tidak menimbulkan bencana, pohon-pohon yang rindang dirapikan. Dipangkas saja, jangan asal ditebang. Kalau terkena angin agar tidak tumbang,” katanya, Rabu (28/9/2016).

Dia juga mengingatkan warga yang tinggal di daerah termasuk rawan longsor. Sri berharap agar masyarakat di wilayah tersebut meningkatkan kesiapsiagaannya. Warga dan relawan di wilayah perbukitan seperti di Kecamatan Prambanan diharapkan bersiaga. “Jika menemukan retakan pada tanah atau lereng bukit, laporkan ke pemerintah agar segera dilakukan tindakan,” ucapnya.

Diakuinya, tidak semua lokasi potensi bencana dapat diawasi. Kondisi tersebut menuntut kewaspadaan dari masyarakat. Salah satu upayanya dengan meningkatkan ronda malam sehingga ketika muncul kejadian dapat segera melapor dan ditangani. “Masih ada sejumlah titik yang lolos dari pengamatan petugas. Ini yang sebenarnya berpotensi menimbulkan bencana. Sudah diantisipasi, ternyata di kawasan lain. Untuk itu masyarakat harus meningkatkan kesiapsiagaan,” jelas bupati.

Sementara itu berdasarkan data di Kecamatan Prambanan, ada ratusan Kepala Keluarga (KK) di Perbukitan Prambanan rawan longsor. Mereka tersebar di hampir seluruh desa di Kecamatan Prambanan. Mulai dari Desa Gayamharjo, Wukirharjo, Madurejo, Samborejo, Bokoharjo hingga Sumberharjo.

Sosialisasi terus dilakukan Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Prambanan. Mengingat Bulan Oktober nanti, diprediksi akan mulai turun hujan dengan intensitas sering.

“Total ada 289 KK yang berada di wilayah rawan longsor. Semuanya tersebar di enam desa. Paling rawan di Gayamharjo, Sambirejo dan Wukirharjo karena mayoritas warga tinggal di perbukitan. Sedangkan tiga desa lainnya, meski berada di bawah. Tapi bisa terkena dampak dari atas,” kata Camat Prambanan Abu Bakar.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply