Pemeriksaan pasar darurat Klewer oleh HPPK, Senin (25/5/2015). (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos) Caption : Pemeriksaan pasar darurat Klewer oleh HPPK, Senin (25/5/2015). (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)
Kamis, 29 September 2016 17:40 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

PEMBANGUNAN PASAR KLEWER
30 Kios di Pasar Darurat Alut Dibiarkan Kosong

Pembangunan Pasar Klewer, ada 30 kios di pasar darurat di Alut yang dibiarkan kosong oleh pedagang.

Jatengpos.com, SOLO–Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Solo mencatat 30 kios di pasar darurat Alun-alun Utara (Alut) Keraton Solo dibiarkan kosong oleh pedagang.

Lurah Pasar Klewer, Edi Murdiarso, mengatakan puluhan kios di pasar darurat kosong karena berbagai sebab. Salah satunya, yakni karena pedagang tidak bisa lagi berjualan setelah kehabisan modal usaha. Menurut dia, DPP pernah membuka paksa puluhan kios kosong di berbagai blok di pasar darurat untuk difungsikan sebagai tempat relokasi pedagang Pasar Klewer sisi timur yang terdampak pembangunan Pasar Klewer baru pada Senin (27/6/2016) lalu.

“Kami menemukan banyak kios kosong di Alut. Sekitar 28 kios sudah kami pinjam untuk digunakan sebagai tempat relokasi pedagang Pasar Klewer timur. Kios-kios tersebut sekarang sudah terisi lagi oleh pedagang. Sekarang tinggal 30 kios kosong yang tidak digunakan sama sekali. Kios itu dibiarkan tertutup,” kata Edi saat dijumpai Solopos.com di ruang kerjanya, Kamis (29/9/2016) siang.

Edi menyampaikan 30 kios kosong di pasar darurat Alut tetap ada pemiliknya. Kios tidak akan diambil alih oleh Pemkot. Hak penggunaan kios tetap menjadi milik pedagang. DPP mendorong pedagang untuk bisa memanfaatkan kios di pasar darurat Klewer. Dia menyampaikan, pasar darurat telah dibangun Pemkot demi membantu para pedagang yang menjadi korban musibah kebakaran Pasar Klewer pada akhir 2014.

“Beberapa pedagang sempat mengeluh. Selain tidak cukup modal, merrka terpaksa meninggalkan kios kesulitan mencari tenaga kerja. Sejumlah pedagang mendapat jatah lebih dari 1 kios. Mereka terpaksa meninggalkan salah satu kiosnya karena tidak punya pekerja. Kios tidak bisa dijaga satu orang karena berada terpisah atau berjauhan,” papar Edi.

Edi menyebut DPP menargetkan akan memindah pedagang kebangunan Pasar Klewer baru pada Februari 2017 mendatang. Dia berharap seluruh pedagang bisa kembali berjualan. Bukan hanya pedagang yang menempati kios yang bakal dimasukan ke bangunan Pasar Klewer baru, melainkan pedagang kios renteng dan pedagang pelataran. Edi optimis semua pedagang bisa masuk ke pasar baru.

Seorang pedagang Pasar Klewer, Robiah, 54, menyebut salah satu penyebab kios di pasar darurat Klewer kosong karena kondisi pasar yang sepi. Sejumlah pedagang memilih tidak berjualan karena dagangan tidak lagi laku. Dia berharap Pemkot tepat waktu dalam memindah pedagang ke bangunan Pasar Klewer baru. Robiah yakin dagangan akan kembali laku terjual setelah pedagang pindah ke pasar baru.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply