Petugas kebersihan di Semanggi, Wawan, 43, menubggu kedatangan TPS mobile di tepi Jl. Serang, Selasa (27/9/2016). Petugas pembawa gerobak memgaku kerap mendapat keluhan warga. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos) Caption : Petugas kebersihan di Semanggi, Wawan, 43, menubggu kedatangan TPS mobile di tepi Jl. Serang, Selasa (27/9/2016). Petugas pembawa gerobak memgaku kerap mendapat keluhan warga. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Rabu, 28 September 2016 05:10 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

PENGELOLAAN SAMPAH SOLO
Ini Sebab Petugas Kadang Tak Angkut Sampah Warga

Pengelolaan sampah Solo banyak warga yang mengeluh karena sampahnya tak terangkut petugas.

Jatengpos.com, SOLO – Sejumlah petugas kebersihan pembawa gerobak di Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, mengaku kerap menerima keluhan dari warga karena tidak mengambil sampah secara optimal.

Salah satu petugas kebersihan di Semanggi, Wawan, 43, mengaku sering mendapat komplain dari warga karena tidak mengangkut sampah di rumah mereka. Dia menjelaskan alasan petugas kebersihan tidak sempat mengambil sampah milik sebagian warga tersebut karena harus mengejar kedatangan TPS mobile di lokasi pertemuan.

“Beberapa warga mengeluh karena sampah tidak kami angkut. Kami sudah menyampaikan permintaan maaf kepada mereka. Petugas tidak bisa mengangkut semua sampah warga karena keterbatasan waktu. Kami harus mengejar kedatangan TPS mobile,” kata Wawan saat ditemui Solopos.com di Semanggi, Selasa (27/9/2016).

Wawan menyampaikan petugas kebersihan tidak boleh ketinggalan bertemu TPS mobile. Apabila sampai ketinggalan, sampah yang dibawa petugas menggunakan gerobak tersebut tidak akan terangkut TPS mobile untuk dibuang ke TPA Putri Cempo, Mojosongo. Dia meminta warga memaklumi kondisi petugas kebersihan pembawa gerobak.

“Sejak beberapa bulan lalu TPS mobile tidak lagi ngetem di satu lokasi. Petugas kebersihan pada TPS mobile sekarang keliling ke setiap RW untuk menjemput sampah. Kondisi itu membuat pembawa gerobak di setiap RW terpaksa menunggu TPS mobile datang. Kami harus stand by. Kalau sampai TPS mobile datang namun kami masih keliling, bisa-bisa sampah tidak diangkut ke TPA,” terang Wawan.

Wawan menginginkan sistem pembuangan sampah kembali seperti semula, yakni TPS mobile ngetem di satu lokasi untuk menunggu kedatangan semua petugaas kebersihan pembawa gerobak. Berdasarkan informasi yang dia peroleh, Wawan mengatakan, alasan TPS mobile kini keliling ke setiap RW karena menjalankan SOP dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

“Niatnya TPS mobile keliling ke setiap RW agar lebih cepat dalam mengambil sampah di milik. Namun, kenyataannya TPS mobile tidak bisa menjangkau sampah hingga menyeluruh. Mobil tidak bisa masuk ke dalam gang-gang kecil. Sekarang malah banyak warga yang komplain. Sampah mereka tidak terangkut,” jelas Wawan.

Petugas kebersihan lainnya, Ratno, juga mengaku kerap menerima keluhan dari warga karena tidak bisa mengangkut sampah secara maksimal. Menurut dia, petugas tidak lagi leluasa mengambil sampah di rumah-rumah warga karena terkendala batas waktu yang mepet. Ratno meminta sistem pembuangan sampah yang dilakukan TPS mobile kembali seperti semula.

“Di Semanggi, satu TPS mobile bisa menangani sampah di enam RW. Jadi mereka terus berkeliling. Kami harus buru-buru ke lokasi mobile sesuai jadwal yang disepakati. Kalau sampai terlambat, kami terpaksa menunggu jembutan kedua yang waktunya berselisih hingga 2 jam lebih. Selama menunggu, otomatis gerobak kami penuh dan tidak bisa mengangkut sampah lagi,” keluh Ratno.

 

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply