Subagyo, salah seorang petani di Dusun Selang 1, Desa Selang, Kecamatan Wonosari bersama pertanian bawang merah yang akan menuju masa panen, Selasa (27/9/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja) Caption : Subagyo, salah seorang petani di Dusun Selang 1, Desa Selang, Kecamatan Wonosari bersama pertanian bawang merah yang akan menuju masa panen, Selasa (27/9/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 29 September 2016 04:20 WIB Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

PERTANIAN GUNUNGKIDUL
Intensitas Hujan Tinggi, Petani Bawang tetap Optimis, Ini Rahasianya

Pertanian Gunungkidul untuk bawang merah disebut tetap akan alami panen raya

Jatengpos.com, GUNUNGKIDUL — Intensitas hujan yang tinggi dalam satu minggu terkahir tak membuat petani bawang merah di Wonosari khawatir akan gagal panen. Sebab petani melakukan sejumlah perawatan agar hasil panen dapat maksimal.

Salah seorang petani bawang merah di Dusun Selang 1, Desa Selang, Kecamatan Wonosari, Subagyo mengatakan pihaknya terus melakukan perawatan dan memberikan perhatian khusus untuk tanaman bawang merah di atas areal sawah seluas 2000 meter persegi miliknya. Hujan yang datang secara terus menerus jika dibiarkan akan membuat umbi bawang merah menjadi busuk sehingga terancam gagal panen.

“Harus diperhatikan secara baik untuk pertumbuhannya. Hal itu untuk menjaga agar panen dapat maksimal,” kata Subagyo, Selasa (27/9/2016).

Ia menjelaskan, salah satu metode yang ia gunakan untuk menjaga kualitas bawang merah yang ia tanam yakni dengan menyiram tanaman secara rutin setiap hari. Ia tak menampik bahwa air hujan yang turun memang cukup membuat tanah menjadi basah. Namun hal tersebut menurutnya tidak akan baik untuk kandungan tanah sebagai media tanam bawang merah.

Air hujan mengandung kadar asam yang cukup tinggi sehingga akan merusak bawang merah. Oleh karena itu, setiap hari Subagyo mesti menyiram tanaman dengan air sumur agar dapat menetralisir kandungan asam yang dibawa oleh air hujan.  Demi melancarkan upayanya tersebut, ia membuat sebuah pipa di tengah ladang untuk mengalirkan air sumur yang kemudian dimanfaatkan untuk menyiram tanaman.

“Setiap hari ke ladang untuk sirami tanaman, apalagi setiap habis turun hujan,” kata dia.

Dengan luas tanah 2.000 meter persegi tersebut dikatakannya mampu memanen sekitar satu kuintal bawang merah. Pada saat ini harga jual bawang merah cukup tinggi, sehingga Subagyo membutuhkan upaya yang cukup keras untuk mempertahankan kualitas baik pada tanaman bawang merah agar hasil panen dapat maksimal.

“Ini tinggal menunggu sepuluh hari lagi untuk bisa dipanen dan mudah-mudahan hasilnya maksimal meski hujan terus menerus,” kata dia.

Salah seorang pedagang di Pasar Argosari, Sumarsih mengatakan bahwa saat ini harga komoditas bawang merah cukup tinggi di pasaran. Ia menyebutkan harga bawang merah sempat mengalami kenaikan dari harga sebelumnya yakni Rp35.000 menjadi Rp38.000 untuk kualitas bawang merah yang paling bagus.

“karena cuacanya kurang baik pasokan jadi sedikit, sehingga menyebabkan harga naik cukup tinggi,” kata dia.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply