Subagyo, salah seorang petani di Dusun Selang 1, Desa Selang, Kecamatan Wonosari bersama pertanian bawang merah yang akan menuju masa panen, Selasa (27/9/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja) Caption : Subagyo, salah seorang petani di Dusun Selang 1, Desa Selang, Kecamatan Wonosari bersama pertanian bawang merah yang akan menuju masa panen, Selasa (27/9/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 30 September 2016 23:20 WIB Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

PERTANIAN GUNUNGKIDUL
Musim Hujan Datang Lebih Awal, Petani Kesulitan Peroleh Benih

Pertanian Gunungkidul kuwalahan menghadapi musim hujan.

Jatengpos.com, GUNUNGKIDUL – Musim hujan yang datang lebih cepat membuat sejumlah petani di Gunungkidul kewalahan dalam  mendapatkan benih tanaman. Sebab persediaan benih di sejumlah toko pertanian di Gunungkidul terbatas.

Prapto, salah seorang petani asal Semanu cukup kesulitan memperoleh benih padi kualitas unggul yakni varietas IR 64. Meski begitu, Prapto beruntung karena mampu memperoleh benih varietas tersebut meski dengan harga yang lebih mahal dibanding harga sepekan yang lalu.

“Dari beberapa toko pertanian yang saya datangi, akhirnya dapat varietas IR 64 namun harganya sudah mahal. Sebelumnya untuk satu kantong benih seharga Rp50.000 sekarang sudah naik jadi Rp60.000,” kata dia, Kamis (29/9/2016).

Dengan kondisi tersebut ia mesti menunggu pesanan varietas tersebut dalam satu pekan kedepan. Sehingga, terpaksa kali ini Rakiman membeli alternatif benih padi varietas lain untuk segera ia tanam di lahannya yakni varietas Ciherang seharga Rp40.000 per lima kilogram benih.

Hal serupa dialami oleh salah seorang petani asal Playen, Rakiman, mengatakan dirinya cukup kesulitan dalam memperoleh benih padi di sejumlah toko pertanian di Gunungkidul. Persediaan toko yang minim membuatnya harus menunggu beberapa waktu lagi untuk mendapatkan benih padi varietas tertentu yang dikehendaki.

“Sulit sekali memeroleh benih padi varietas IR 64, semuanya kosong karena diborong petani lainnya,” kata dia.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Azman Latif mengatakan musim penghujan memang datang lebih cepat dibandingkan perkiraan. Sebelumnya, prediksi musim penghujan akan datang pada penghujung Oktober mendatang.

“Perkiraan melesat jauh, ternyata musim hujan sudah datang di pertengahan September,” terangnya.

Azman mengatakan, dampak dari musim hujan yang datang lebih awal membuat siklus tanam menjadi lebih panjang. Ia pun meminta para petani untuk segera melakukan pembibitan lebih dini meskipun sejumlah keluhan datang dari petani karena kesulitan memeroleh bibit tanaman.

Ia pun menghimbau agar petani tak perlu khawatir dengan persediaan pupuk pada musim penghujan kali ini yang dipastikan aman. Hanya saja yang perlu diperhatikan petani yakni ancaman hama dan penyakit pada tanaman yang kemungkinan muncul di musim penghujan ini.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply