Ilustrasi macet musim mudik Lebaran. (JIBI/Solopos/Antara/Rosa Panggabean) Caption : Ilustrasi macet musim mudik Lebaran. (JIBI/Solopos/Antara/Rosa Panggabean)
Jumat, 31 Maret 2017 12:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

LEBARAN 2017
Urai Kemacetan, Kemenhub Wacanakan Metode Ganjil-Genap di Tol

Lebaran 2017, arus mudik di wilayah Jawa Tengah (Jateng), terutama di jalan tol akan diantisipasi dengan pemberlakuan mobil berpelat nomor ganjil-genap.

Jatengpos.com, SEMARANG — Direktur Lalu Lintas (Lalin) Perhubungan Darat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Pandu Yunianto, mengatakan pihaknya saat ini tengah mempertimbangkan wacana pemberlakuan pelat nomor ganjil-genap bagi kendaraan roda empat yang akan melewati jalan tol saat musim mudik Lebaran 2017 nanti. Jalan tol yang diberlakukan aturan ganjil-genap itu antara lain, tol Merak-Cileunyi dan tol Cipali-Brebes.

Wacana itu, lanjut Pandu, kemungkinan juga akan diberlakukan bagi kendaraan yang akan melewati tol dari arah Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang (Jabodetabek) menuju wilayah Jawa Tengah (Jateng).

“Baru sebatas wacana karena banyaknya usulan dari masyarakat. Sebenarnya pemberlakuan itu, pelat ganjil [boleh lewat tol] di tanggal ganjil dan pelat nomor genap di tanggal genap bagus juga untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, terutama saat musim mudik lebaran nanti,” ujar Pandu kepada wartawan seusai acara Focus Discussion Group (FGD) Persiapan Lebaran 2017 Jateng di Kantor Dishub Jateng, Semarang, Kamis (30/3/2017).

Pandu menyebutkan wacana ganjil-genap itu banyak mendapat dukungan dari kalangan dunia usaha. Hal itu dikarenakan selama masa mudik lebaran, banyak yang merasa terganggu dengan aturan truk dilarang melintas.

“Mereka banyak yang protes kok hanya truk melulu yang dilarang. Kalau bisa kendaraan pribadi juga. Makanya banyak yang mengusulkan diberlakukan aturan itu [ganjil-genap di tol],” beber Pandu.

Pandu menyebutkan aturan ganjil-genap sebenarnya sudah diterapkan di Jl. Thamrin, Jakarta, beberapa waktu lalu. Aturan itu dinilai cukup berhasil karena membuat kepadatan lalu lintas di Thamrin menurun drastis.

Selain itu, aturan itu juga bisa membuat masyarakat tidak terlalu memburu untuk lewat jalan tol saat musim mudik Lebaran 2017 nanti. Berkaca pada musim mudik Lebaran 2016, kemacetan lalu lintas di Jateng yang paling parah terjadi di pintu keluar tol Brebes atau yang akrab disebut Brexit (Brebes Exit).

“Makanya kami imbau kepada masyarakat sebaiknya jangan menuju tol semua, karena sudah banyak jalan arteri lama yang diperbaiki, seperti di Bekasi,Cikarang, Lemah Abang, dan Karawang. Semuanya sudah baik. Sekarang bisa dilihat jalur Simpang Jomin sampai Indramayu sepi, karena pada memilih masuk tol semua,” terang Pandu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply