Sejumlah sukarelawan berupaya mencari Fajar Rahayu, 17, yang hanyut terbawa arus Sungai Cemoro sejak Kamis (30/3/2017). (Istimewa) Caption : Sejumlah sukarelawan berupaya mencari Fajar Rahayu, 17, yang hanyut terbawa arus Sungai Cemoro sejak Kamis (30/3/2017). (Istimewa)
Jumat, 31 Maret 2017 21:40 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

ORANG TENGGELAM KARANGANYAR
Remaja Hanyut di Sungai Cemoro Belum Ditemukan

Orang tenggelam Karanganyar, remaja yang hanyut terbawa arus Sungai Vemoro saat mencari biawak belum ditemukan.

Jatengpos.com, KARANGANYAR — Warga Dusun Mesen RT 003/RW 004 Desa Rejosari, Gondangrejo, Fajar Rahayu, 17, yang hanyut terbawa arus Sungai Cemoro saat mencari biawak, Kamis (30/3/2017), belum ditemukan hingga Jumat (31/3/2017) pukul 17.00 WIB.

Fajar terseret arus Sungai Cemoro di Dusun Gemolong RT 004/RW 005, Krendowahono, Gondangrejo. Saat itu, dia dan tiga temannya hendak menyeberang sungai dari sisi selatan (Karanganyar) ke utara (Sragen) pada Kamis sore. Saat kejadian, Fajar bersama tiga temannya Feri Irawan, 15, Risnani Indriyanto, 15, dan Mahesa Adhitya, 15, hendak mencari biawak.

Sepanjang hari, Jumat, tim gabungan dari Basarnas, BPBD Karanganyar, Tim SAR, dan sukarelawan melakukan pencarian tapi belum berhasil menemukan tubuh Fajar. Proses evakuasi dimulai pada Kamis setelah tim menerima laporan orang tenggelam. Proses evakuasi dihentikan pada Kamis sore lantas dilanjutkan pada Jumat pagi. Proses evakuasi dihentikan pada Jumat pukul 17.00 WIB.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, tim gabungan berupaya mencari tubuh korban dengan cara menyisir aliran Sungai Cemoro. Penyisiran dimulai dari lokasi korban tenggelam hingga radius lima kilometer (km).

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Nugroho Budi Santoso, menyampaikan kondisi arus sungai deras dan kedalaman air mencapai lima meter. Hal itu membuat tim yang melakukan evakuasi kewalahan. “Jumat pagi proses pencarian dimulai kembali. Dimulai dari lokasi korban tenggelam hingga radius lima kilometer,” tutur Nugroho.

Pencarian melibatkan 120 personel dari 18 sukarelawan di Soloraya. Pencarian dilakukan dengan cara menyisir aliran sungai dan menjajaki dalam sungai menggunakan bambu. Proses pencarian terpaksa dihentikan pada Jumat pukul 17.00 WIB. Proses evakuasi akan kembali dilanjutkan pada Sabtu pagi.

Kapolsek Gondangrejo, AKP Sugeng Dwiyanto, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, menyampaikan proses pencarian dihentikan sementara hingga pukul 17.00 WIB pada Jumat. Proses evakuasi akan kembali dilakukan pada Sabtu pagi.

“Iya. Sampai Jumat sore batas waktu yang ditentukan belum ketemu. Dihentikan sementara. Kami akan lanjut mencari pada Sabtu,” ujar dia saat dihubungi Jatengpos.com, Jumat.

Koordinator Basarnas Pos SAR Surakarta, Amin Yahya, menjelaskan pencarian mengalami sejumlah kendala, yaitu arus sungai deras, sungai memiliki banyak palung sehingga menyulitkan saat mencari menggunakan perahu karet.

Amin mengungkapkan kemungkinan menggunakan penyelam untuk mencari di dalam sungai. Tetapi, keputusan itu mempertimbangkan kekuatan sukarelawan. “Insya Allah kami lihat dulu kondisi kekuatan besok. Ini kebetulan cerah harapan kami cuaca seperti ini terus [cerah] sehingga air turun.”

 

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply