Railbus Batara Kresna terhenti di depan BTC karena ada mobil yang parkir sembarangan di rel, Selasa (28/3/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Caption : Railbus Batara Kresna terhenti di depan BTC karena ada mobil yang parkir sembarangan di rel, Selasa (28/3/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Jumat, 31 Maret 2017 18:40 WIB Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos Solo Share :

PERPARKIRAN SOLO
Masih Ada Mobil Parkir di Rel, Dishub Ancam Sterilkan Jl. Mayor Sunaryo

Perparkiran Solo, Dishub mengancam mensterilkan Jl. Mayor Sunaryo jika masih ada mobil parkir di rel.

Jatengpos.com, SOLO — Dinas Perhubungan (Dishub) Solo mengimbau masyarakat aktif mengingatkan pemilik mobil agar tak parkir di rel kereta api (KA) Jl. Mayor Sunaryo. Jika masih ada mobil parkir di rel, Dishub bakal mensterilkan jalan tersebut dari parkir secara menyeluruh.

Keputusan itu disampaikan dalam rapat koordinasi Pencegahan Pelanggaran Parkir di Rel Kereta Api Jl. Mayor Sunaryo, Pasar Kliwon, Solo, di Kantor Dishub Solo, Jumat (31/3/2017). Sebagaimana diinformasikan, rel Jl. Mayor Sunaryo depan Beteng Trade Center (BTC) kerap dipakai parkir mobil dan hal itu menghambat laju Railbus Batara Kresna. (Baca: 4 Mobil Parkir di Rel, Batara Kresna Mandek Sejam)

“Jangan sampai terjadi kejadian yang sama. Kalau terjadi, berarti kepedulian masyarakat di sana tidak ada. Kami akan lakukan upaya penegakan hukum termasuk pencabutan izin parkir,” kata Moch. Usman, Kepala Bidang Perparkiran Dishub Solo, saat ditemui wartawan seusai rapat di kantornya.

Rapat tersebut dihadiri seluruh stakeholders mulai Dishub Solo, Dinas Perdagangan Solo, pedagang kaki lima (PKL), juru parkir, Polsek Pasar Kliwon, petugas keamanan PGS dan BTC, PT KAI, hingga operator taksi. Menurut informasi yang dihimpun Dishub, taksi ngetem di rel KA ditengarai merupakan penyebab mobil luar kota turut parkir di rel.

Y.C.A. Darmadi, HRD Manager Mahkota Ratu Taksi, dalam rapat tersebut mengatakan parkir di rel diakuinya berbahaya. Ia terus mengingatkan melalui pengawas lapangan supaya armada taksinya tidak parkir di rel.

“Dahulu kami ada MoU [nota kesepahaman] dengan PGS [Pusat Grosir Solo] dan BTC untuk parkir taksi di dalam. Namun, MoU tersebut tidak bisa diperpanjang,” kata dia.

Merespons keluhan operator taksi, Usman menyatakan siap melakukan intervensi untuk perpanjangan MoU penyediaan lahan parkir untuk taksi. “Kami akan tindak lanjuti dengan intervensi manajemen PGS dan BTC agar menyediakan slot parkir untuk taksi,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Paguyuban Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) Jl. Mayor Sunaryo, Siska Agus Andrianto, pedagang patuh tidak memarkir kendaraan di depan los. Ia dan pedagang lain pun selalu memberi peringatan ke pemilik mobil supaya tak parkir di rel.

“Saat liburan, ramai pengunjung. Mereka masuk ke pusat perbelanjaan, bukan PKL. Jadi kami kesulitan mengingatkannya. Pemilik mobil yang singgah ke PKL selalu kami suruh memindahkan ke lahan parkir yang ada,” ujar Siska.

Dalam jangka panjang, lanjut Usman, penataan parkir di kawasan Jl. Mayor Sunaryo akan dipindahkan ke Benteng Vastenburg. Lokasi tersebut ditaksi mampu menampung setidaknya 600 mobil. “Saat ini lokasi masih proses dipaving. Nanti seluruhnya dipakai untuk lahan parkir. Kecuali saat ada event, lahan parkir tentu dikurangi,” terang Usman.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply