Maman, warga Dusun Norogo RT 002/RW 007, Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, membenahi jaring ikan untuk melindungi kandang kambingnya dari serangan kera, Jumat (31/3/2017). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos) Caption : Maman, warga Dusun Norogo RT 002/RW 007, Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, membenahi jaring ikan untuk melindungi kandang kambingnya dari serangan kera, Jumat (31/3/2017). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)
Jumat, 31 Maret 2017 23:15 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

SATWA LIAR WONOGIRI
2 Bulan, Serangan Kera Bunuh 8 Kambing di Pokoh Kidul

Satwa liar Wonogiri, delapan ekor kambing milik warga Pokoh Kidul mati setelah diserang kera.

Jatengpos.com, WONOGIRI — Serangan kera liar terhadap kambing milik warga sejumlah dusun di Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, semakin mengganas. Warga mencatat sudah ada delapan ekor kambing yang mati akibat dilukai kera.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Jumat (31/3/2017), serangan kera liar terjadi di Dusun Norogo, Kajar, Gudang, Blembem, dan Jurug. Serangan kera terjadi sejak dua bulan lalu.

Saat Solopos.com meliput beberapa pekan lalu, serangan kera masih sebatas mengganggu kambing. Namun, kini serangan kera mengganas hingga melukai kambing. Primata tersebut menyerang setiap hari pada pukul 05.00 WIB hingga 05.30 WIB.

Saat Solopos.com mengamati di kebun salah satu warga Norogo RT 002/RW 007, ada satu ekor kera dewasa nangkring di kandang kambing. Saat didekati untuk dipotret, binatang itu kabur.

Permukiman di Norogo dipenuhi pohon besar dan tinggi sehingga kera dengan mudah lari dan bersembunyi. Sarjono, 26, warga setempat saat ditemui Solopos.com di dekat rumahnya, Jumat, mengatakan tiga cempe atau anak kambing jawa miliknya mati setelah beberapa hari menderita luka berat akibat diserang kera dewasa, dua pekan lalu.

Cempe-cempenya mengalami luka di kepala, mulut, dan kaki. Akibat luka itu kondisi cempe semakin memburuk hingga akhirnya mati. Dia menceritakan kali pertama dia mengetahui ada serangan kera saat cempe miliknya mengembik keras pada pagi hari.

Saat dicek dia mendapati seekor kera dewasa menunggangi punggung cempe. Seketika kera kabur setelah mengetahui kehadirannya. “Cempe bisa luka seperti itu kemungkinan besar karena digigit dan dicakar. Anehnya yang dilukai hanya cempe, padahal yang dewasa ada,” kata dia.

Dia menginformasikan satu ekor cempe milik tetangganya, Giman, juga mati karena menderita luka akibat serangan yang sama. Satu ekor cempe milik tetangganya yang lain, Kamiyem, juga mengalami nasib serupa.

Warga lainnya, Anto, menginformasikan cempenya juga diserang kera liar hingga mengalami luka di kaki dan sekarang pincang. Beruntung, luka cempe itu berangsur membaik.

Dia mendapat informasi tiga ekor cempe milik warga Kajar mati akibat serangan kera liar beberapa pekan lalu. Ada pula kambing yang mengalami luka di mata. “Kera yang menyerang hanya satu ekor, padahal biasanya kan bergerombol,” kata dia.

Rekannya, Jumadi, mengatakan kambing-kambingnya stres karena kerap diserang kera. Jika didekati kambingnya selalu menghindarinya karena ketakutan.

Warga lain, Maman, mengaku kesal dengan ulah kera. Satu ekor cempenya luka cukup parah akibat dicakar kera. Sejak sebulan lalu dia melindungi kandangnya menggunakan jaring ikan. Tetapi kera tetap bisa masuk dengan melepas genting.

Kadang kera juga menyerang kambing dewasa. Tanduk kambing kerabatnya patah akibat diserang primata itu.

Ketua RT 001/RW 007 Norogo, Sukamto, mengatakan warga Norogo dan sekitarnya resah. Selain kambing, kera menyerang manusia. Dia pernah dikejar-kejar seekor kera dewasa saat berkendara.

Kera juga pernah menaiki punggung seorang nenek saat membawa kayu. Dia khawatir lama-lama kera melukai manusia. “Kemungkinan kera-kera ini dari hutan. Ini aneh sekali. Lumrahnya kalau ke permukiman kera mencuri makanan. Tapi ini menyerang kambing. Anehnya lagi yang diserang hanya kambing jawa. Kambing gembel milik saya tak pernah diserang. Tapi kambing jawa tetangga saya selalu diserang,” ulas Sukamto.

Kasi Kesehatan Hewan dan Pelayanan Bidang Veteriner Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislapernak) Wonogiri, Sri Mulyani, mengaku belum mendapat laporan adanya kambing terluka akibat diserang kera. Pada hari itu juga dia bersama tim menangani kambing yang terluka.

Menurut dia, kambing mati akibat luka mengalami infeksi. Terlebih jika tubuh kambing yang terluka merupakan bagian vital. Jika tak segera ditangani bisa mengakibatkan kematian.

“Kera menyerang kambing kemungkinan karena balas dendam. Sebelumnya mungkin ada kera yang pernah disakiti,” ucap dia.

 

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply