Ratusan pengemudi bentor memasuki area Kompleks Kepatihan, Kamis (30/3/2017). (Sunartono/JIBI/Harian Jogja) Caption : Ratusan pengemudi bentor memasuki area Kompleks Kepatihan, Kamis (30/3/2017). (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 31 Maret 2017 11:55 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

TRANSPORTASI JOGJA
Pengemudi Bentor Diminta Perhatikan Keselamatan Penumpang

Transportasi Jogja berupa bentor meminta perlindungan di Kepatihan

 
Jatengpos.com, JOGJA – Kepala Satpol PP DIY GBPH Yudhaningrat mengimbau kepada para pengemudi becak motor (bentor) agar memperhatikan keselamatan penumpang.

Terutama, jangan saling kebut di jalur cepat karena bisa membahayakan. Selain itu, harus menaati aturan terutama berkaitan dengan surat menyurat.

“Masalahnya dolanan dalan ki ada aturane [beraktivitas di jalan raya itu ada aturannya], ora ndalan ngalas wae [karena ini bukan jalan di hutan]. Bentor ki ora oleh nganggo STNKne gawe dewe,” ujar adik kandung HB X ini, saat menerima ratusan pengemudi becak motor alias bentor yang menggeruduk kawasan Kompleks Kepatihan, Kamis (30/3/2017).

Ketua paguyuban becak motor Yogyakarta (PBMY), Parmin mengungkapkan wacana pemberian identitas berupa stiker untuk bentor yang sudah bergabung di PBMY. Selain sebagai identitas, sekaligus untuk membatasi keberadaan bentor di Kota Jogja.

“Kami akan dorong Dinas Perhubungan, untuk bisa memfasilitasi usulan ini [pembuatan stiker],” kata dia.

Pelaksana Tugas Kepala Dishub DIY Gatot Saptadi mengungkapkan hingga saat ini memang belum ada aturan yang mengatur bentor di DIY. Jika menurut paguyuban bentor, bahwa Kota Jogja sedang merintis aturan dikaitkan dengan angkutan perkotaan itu boleh-boleh saja selama tidak melanggar aturan di atasnya.

Terkait dengan usulan pembuatan stiker, Gatot belum sepenuhnya bisa memenuhi. Karena kewenangan beroperasinya bukan hanya ada di Dinas Perhubungan, namun juga kepolisian dan Satpol PP yang masing-masing memiliki aturan tersendiri.

“Tadi saya sarankan untuk organisasi saja yang membuat stiker, agar mereka dibatasi. Kalau tadi minta pemerintah buat stiker saya pertimbangkan dulu, karena itu jadi kewenangan saya atau bukan? Biar organisasi yang mengatur, karena pihak yang terkait ini tidak hanya Dishub ada kepolisian Satpol PP juga,” ungkapnya.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply