ilustrasi kabel (JIBI/Dok) Caption : ilustrasi kabel (JIBI/Dok)
Sabtu, 1 April 2017 04:00 WIB Asiska Riviyastuti/JIBI/Solopos Solo Share :

Pemasangan Kabel Bawah Tanah, 7 Titik Lintasi Jl Slamet Riyadi Solo

Pemasangan kabel bawah tanah di Kota Solo masih menunggu persetujuan PT KAI.

Jatengpos.com, SOLO — Pemasangan kabel underground di Jl. Slamet Riyadi menunggu persetujuan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI). Hal ini karena ada tujuh titik crossing atau melintang yang melewati rel.

Manager Area Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Surakarta, Leonardo Buntoro, menyampaikan di Jl. Slamet Riyadi baru pemasangan gardu sedangkan pengeboran untuk memasang kabel underground belum dilakukan. Di jalan protokol tersebut nantinya akan dipasang 15 trafo baru dengan ukuran lebih besar.

“Pengeboran masih menunggu persetujuan dari KAI karena ada tujuh titik pemasangan kabel underground berhubungan dengan rel kereta. Hal ini karena harus melubangi dibagian bawah rel sehingga harus dihitung tingkat keamanan rel,” ujarnya, Jumat (31/3/2017).

Leo mengatakan kedalam pengeboran yang tanah yang diizinkan adalah dua meter dengan jarak dari rel minimal 10 meter-11 meter jauhnya tapi tetap harus mendapat persetujuan dari PT KAI. Dia menjelaskan tujuh titik crossing ada di rel bengkong, timur Solo Grand Mall (SGM), pertigaan Stadion Sriwedari, Sami Luwes, Ngarsopuro, perempatan Nonongan, dan Patung Slamet Riyadi.

Dia menjelaskan pemasangan kabel underground di jalan sepanjang 5,8 km ini akan dilakukan di sisi selatan dari Pasar Kleco hingga rel Purwosari setelah melintasi rel akan di pasang di sisi utara hingga Gladak. Pemasangan kabel bawah tanah juga akan dilakukan di Jl. Adisucipto sepanjang 3,6 km.

Izin Pemkot Solo

Menurut dia, izin ke Pemkot Solo sudah selesai dan masih menunggu izin dari Bina Marga mengingat jalan dari bunderan patung Manahan hingga Makuta merupakan jalan nasional.

“Saluran kabel tegangan menengah (SKTM) di Jl. Adisucipto akan dipasang 16 trafo dan kabel di tanam di sebelah utara jalan tapi di beberapa titik akan ada crossing sehingga harus dibor. Survei sudah dilakukan dan rancangan pemasangan sudah jadi, kalau Bina Marga sudah mengizinkan akan langsung dieksekusi,” kata dia.

Selain itu, SKTM juga akan ditanam di Jl. Gatot Subroto (Gatsu) yang akan dimulai pekan depan dengan dua crossing yang telah disediakan oleh Pemkot Solo sehingga hanya tinggal pasang dan ditargetkan selesai dalam sebulan. Sedangkan dua jalan lainnya meski belum ada kepastian waktu pelaksanaan tapi tahun ini ditarget selesai.

Menurut dia, teknisi dari produsen kabel tanam sudah diundang untuk diminta mengajar tenaga teknis di Solo. Hal ini karena panjang kabel hanya 250 meter sehingga harus ada penyambungan. Meski lebih aman, pemasangan kabel bawah tanah ini harus tepat mengingat kalau ada gangguan cukup sulit untuk dideteksi.

Sementara itu, Jumat siang, PLN Area Surakarta mengadakan gathering vendor di ruang Sidomulyo. Acara tersebut diikuti 25 vendor, mulai dari vendor teknik, billman, cleaning service & security, dan MCB on, P2TL, dan lainnya. Manager Distribusi PLN Distribusi Jateng-DIY, Andreas Heru, mengatakan tujuan acara ini adalah silaturahmidan pengarahan kepada vendor untuk memperhatikan keselamatan kerja, serta tertib administrasi. Oleh karena itu, pelaksanaan pekerjaan harus sesuai dengan dokumen kerja untuk pelaksanaan zero accident.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply