Caption : Sumur resapan (JIBI/SOLOPOS/Sunaryo Haryo Bayu)
Sabtu, 1 April 2017 05:22 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PENATAAN JOGJA
Pemkot Akan Bangun Sumur Resapan Tiap 10 Meter

Penataan Jogja kali ini dilakukan dengan memperbanyak resapan air.

Jatengpos.com, JOGJA — Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan membangun sumur resapan air sebanyak-banyaknya, bahkan sumur untuk menampung air hujan itu harus ada setiap 5-10 meter.

Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja, Aki Lukman Nur Hakim mengatakan permukaan air tanah menurun 20-30 sentimeter per tahun. Sementara ketersedian air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) belum mampu memenuhi kebutuhan semua masyarakat kota.

Menurutnya jika tidak dilakukan antisipasi dari sekarang maka puluhan tahun kedepan Jogja terancam krisis air bersih.

“Kami upayakan salah satunya dengan membuat sumur resapan air,” kata Aki, disela-sela peringatan Hari Air se-Dunia di kawasan Embung Langensari, Klitren, Gondokusuman, Kamis (30/3/2017).

Sejak 2013 lalu, DPUPKP sudah membangun lebih dari 1500an sumur resapan, sebagian besar di wilayah Kotagede. Lainnya tersebar di sejumlah kecamatan. Rencananya tahun ini pembangunan sumur resapan difokuskan di wilayah Tegalrejo.

Aki mengatakan pembangunan sumur resapan dijadikan satu dengan saluran air hujan (SAH) agar air hujan tidak langsung mengalir ke sungai, melainkan tertampung di dalam sumur. Ia mengklaim pembangunan sumur resapan sudah dirasakan manfaatnya.

“Di Kotagede setelah ada sumur resapan air sumur warga ada kenaikan sekitar tiga sentimeter,” ujar Aki.

Penjabat Sekretaris Daerah DIY Rani Sjamsinarsi meminta masyarakat untuk menghemat air dan melakukan upaya-upaya pelestarian air untuk menjaga ketersediaan air bersih.

“Tanggung jawab melestarikan air bukan hanya tugas pemerintah tapi juga masyarakat,” kata Rani.

Rani mengatakan cadangan air bersih dari PDAM baru 26 persen dari kebutuhan masyarakat. Sedangkan kebutuhan air bersih sampai tahun 2030 di DIY 9 meter kubik per detik per orang, sehingga ketersediaan air ke depan perlu diperhatikan.

Salah satu upaya pelestarian yang perlu dilakukan adalah dengan menampung air hujan melalui sumur resapan dan memperbanyak embung. Menurutnya curah hujan sangan cukup untuk memenuhi kebutuhan air saat kemarau jika dikelola dengan baik. Rani juga meminta setiap ada bangunan diharuskan membuat sumur resapan.

Berdasarkan data PDAM Tirtamarta Kota Jogja, debit air yang dimiliki perusahaan daerah itu baru 550 liter per detik dan hanya mampu memenuhi kebutuhan 33.500 pelanggan. Hampir semua pelanggan adalah rumah tangga. Sementara baru 150 usaha perhotelan yang berlangganan PDAM.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply