Warga melintasi jalan di samping bangunan overpass yang belum jadi di Kampung Menjing dan Jebol, Desa Donohudan, Ngemplak, Jumat (31/3/2017). (Aries Susanto/JIBI/Solopos) Caption : Warga melintasi jalan di samping bangunan overpass yang belum jadi di Kampung Menjing dan Jebol, Desa Donohudan, Ngemplak, Jumat (31/3/2017). (Aries Susanto/JIBI/Solopos)
Sabtu, 1 April 2017 06:10 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

TOL SOLO-KERTOSONO
Rencana Pembelokan Overpass Resahkan Warga Donohudan

Tol Solo-Kertosono, warga Donohudan resah dengan rencana pembelokan overpass.

Jatengpos.com, BOYOLALI — Warga Kampung Menjing dan Jebol, Desa Donohudan, Ngemplak, diresahkan rencana pembelokan jalan layang (overpass) tol Solo-Kertosono (Soker) yang setengah jadi di wilayah mereka.

Pembelokan ujung jalan itu dikhwatirkan akan memapras sejumlah lahan milik warga. Salah satu warga setempat, Sulistyo, mengatakan rencana pembelokan ujung overpass itu cukup menggelisahkan sebagian warga. Jika hal itu benar-benar terjadi akan berdampak pada kondisi sosial lingkungan dan keselamatan pengguna jalan.

“Secara safety akan membahayakan pengguna jalan karena desain overpass yang membelok ini rentan kecelakaan,” ujarnya kepada Jatengpos.com, Kamis (31/3/2017).

Sulistya menjelaskan desain overpass semula lurus. Namun, belakangan ini beredar informasi ujung overpass bakal dibelokkan ke sisi barat berdekatan dengan underpass.

Pembelokan ujung overpass ini diperkirakan berdampak pada pembebasan lahan-lahan warga di sekitarnya. “Di sisi lain, overpass yang berkelok itu kan tidak nyaman digunakan dan bisa memicu keselamatan,” ujarnya.

Dia berharap Satker Tol Soker membatalkan rencana pembelokan ujung overpass. “Sebagian warga sudah setuju dengan desain awal, yakni overpass lurus. Warga siap jika lahan mereka dibebaskan,” terangnya.

Hal serupa juga diungkapkan Sartono, warga Kampung Jebol, Donohudan. Menurutnya, pembelokan overpass tak hanya merusak estetika, melainkan juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Di sisi lain, pembelokan overpass itu bakal berdampak pada keresahan warga di sekitarnya. “Jalan kampung akan mati. Padahal, kalau overpass lurus, jalan kampung kian ramai dan bisa menggerakkan sektor ekonomi warga,” terangnya.

Sementara itu, informasi yang diperoleh Solopos.com dari Satker Tol Soker, rencana pembelokan overpass Donohudan memang benar. Namun, rencana itu belum disosialisasikan secara resmi kepada warga.

Alasan pembelokan overpass itu antara lain pertimbangan kemudahan pembebasan lahan, adanya peralatan navigasi maskapai pesawat yang tak bisa dipindah, serta mengurangi dampak pembebasan lahan.

“Atas alasan-alasan itulah, overpass Donohudan akan dibelokkan ke barat dengan tetap terhubung ke sejumlah jalan kampung. Tapi memang belum ada sosialisasi. Jadi, akan ada waktu khusus untuk sosialisasi,” ujar sumber Solopos.com dari Satker Tol Soker yang enggan disebutkan namanya itu.

 

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply