Karyawan Lesehan di Malioboro telah menyiapkan racikan menu makanan pembeli, Kamis (29/6/2017) siang. (Sunartono/JIBI/Harian Jogja) Caption : Karyawan Lesehan di Malioboro telah menyiapkan racikan menu makanan pembeli, Kamis (29/6/2017) siang. (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 30 Juni 2017 18:20 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Dalam Sehari, Lesehan Malioboro Meraih Omzet Rp8 Juta

Lebaran meraup untung. Sebagian besar lesehan Malioboro berjubel pembeli karena banyaknya wisatawan di Jalur Pedestrian Malioboro

 
Jatengpos.com, JOGJA- Kebisingan tak bisa hilang di Malioboro, Kamis (29/6/2017) siang. Ribuan roda empat silih berganti merayap menyusuri sumbu filosofis Kota Jogja. Derap kaki dan gerak tubuh yang nyaris memenuhi jalur pedestrian tak seperti hari-hari biasa.

Kursi-kursi pedagang lesehan pun tak ada yang kosong. Ditinggal beranjak satu rombongan penikmat kuliner, datang gerombolan lain untuk memesan lezatnya masakan Jogja. Penjaga lesehan pun sibuk melayani pembeli, seperti yang tampak di Lesehan Handayani, berlokasi depan DPRD DIY.

Bejo, pria jangkung mengenakan kaos berkerah terlihat berkali-kali memasukkan adonan lauk yang harus digoreng ke dalam panasnya minyak. Tempat penggorengannya berada di sisi barat lesehan berdekatan dengan lalu lalang wisatawan yang melewati jalur pedestrian.

Kelar membuat harum nan kering ayam goreng, berganti dengan daging burung dara, lalu kembali memasukkan potongan daging bebek yang suara lelehan minyaknya tersamarkan oleh deru mesin kendaraan.

Sejurus kemudian, ia memasukkan adonan bumbu ke dalam wajan di sebelah kanannya untuk digongso. Setelah tercium bau harum, sepiring nasi putih ia masukkan ke dalamnya sembari terus mengaduknya hingga rata.

“Pemesannya banyak sekali,” ujar warga Pacarejo, Semanu Gunungkidul ini berbincang dengan Harianjogja.com, sembari terus memainkan sothil penggoreng ke arah wajan.

Bejo memang bukan pegawai tetap di lesehan tersebut. Ia hanya pocokan saat lebaran saja. Lesehan Handayani sendiri menambah karyawan menjadi 10 orang selama lebaran dengan membuka warung selama 24 jam seperti lesehan lainnya. Pada hari biasa hanya tiga atau empat orang saja yang berjaga.

Lesehan ini menyajikan berbagai menu, dengan harga antara Rp5.000 hingga paling mahal berupa burung dara bakar sebesar Rp31.000. Teh manis dibanderol Rp5.000 atau selisih Rp3.000 lebih mahal dibanding sebuah lesehan yang ditutup paksa oleh UPT Malioboro sebelumnya.

Berdasarkan penelurusan Harianjogja.com, lesehan ini tergolong mematok harga paling rendah dibandingkan lesehan lainnya. Untuk menu burung dara misalnya hanya Rp31.000 di tempat lain ada Rp35.000 per porsi.

Di balik meja, ada karyawan lain di lesehan ini, seperti Endang, Arif, Widi dan lain-lain yang sibuk menyiapkan racikan untuk pengunjung yang sudah duduk di meja makan. “Paling favorit pengunjung tetap gudeg,” ujar Endang sembari tak bisa memperkirakan berapa jumlah pembeli yang masuk ke Lesehan Handayani karena saking banyaknya.

Meski demikian, lesehan tempat ia bekerja tetap mematok harga wajar dan sesuai dengan lesehan lain di kawasan tersebut.

Jumlah nasi goreng yang terjual dalam sehari selama lebaran sedikitnya 40 porsi, angka fantastis dibanding hari biasa yang kadang hanya 10 porsi. Padahal nasi goreng ditarif Rp30.000, maka omzet minimal khusus nasi goreng saja sebesar Rp1,2 juta.

Sedangkan gudeg yang memiliki empat varian harga sedikitnya menghabiskan 100 porsi. Jika dihitung dengan harga pertengahan Rp27.000 saja maka omzet sudah mencapai Rp2,7 juta.

“Kalau angka pasti saya nggak tahu, tapi kalau Gudeg ya sekitar 100 [porsi],” ujarnya sembari menyampaikan bahwa semua hitungan menjadi kewenangan majikannya selaku pemilik warung.

Besar omzet lesehan saat lebaran juga diakui Sukidi selaku Ketua Paguyuban Pedagang Lesehan Malioboro. Menurutnya, menu gudeg yang terjual dalam sehari bisa mencapai 200 porsi karena menjadi pilihan para wisatawan.

Sayangnya ia malu-malu menyebutkan omzet yang diperolehnya dalam sehari. “Gimana ya, kalau lesehan empat meja tidak sampai [Rp10 juta], ya sekitar delapan [Rp8 Juta] itu lah [omzetnya], tapi kotor lho ya,” ujar dia.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply