Mohamad Ali (Istimewa) Caption : Mohamad Ali (Istimewa)
Kamis, 29 Juni 2017 06:00 WIB Kolom Share :

GAGASAN
Pasang Naik Pendidikan Islam

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (19/6/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo, dan pengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat email penulis adalah ma122@ums.ac.id.

Jatengpos.com, SOLO — Pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) SMP Kota Solo 2017 diwarnai sejumlah kejutan. Dominasi sekolah-sekolah negeri yang demikian lama mengakar mulai tergeser. Daftar 10 besar sekolah perain nilai UN tertinggi diisi oleh empat SMP negeri dan enam SMP swasta.

Perinciannya sebagai berikut: SMP Muhammadiyah Program Khusus, SMPN 1, SMPN 4, SMPIT Nur Hidayah, SMP Kalam Kudus, SMP Pangudi Luhur Bintang Laut, SMP FIS, SMPN 3, SMPN 9, dan SMP Pelita Nusantara. Bila pemeringkatan dikerucutkan menjadi empat besar maka tersisa dua SMP negeri dan 2 SMP swasta Islam.

Keberhasilan SMP Muhammadiyah Program Khusus Kota Barat Solo berada di urutan pertama, menggeser dominasi SMPN 1 Solo, merupakan sebuah fenomena baru dalam kancah pendidikan di Kota Solo. Tidaklah berlebihan bila  hal ini dibaca sebagai sinyal pasang naik pendidikan Islam.

Penjungkirbalikkan peringkat sekolah yang signifikan ini terjadi bukan karena kualitas SMPN menurun, melainkan lebih disebabkan meningkatnya gelombang kontestasi antarsekolah yang semakin kompetitif. Iklim demikian sangat baik untuk memacu kualitas layanan pendidikan kepada publik.

Tahun lalu tidak ada satu pun SMP asal Solo  yang masuk 10 besar UN Provinsi Jawa Tengah. Tahun ini ada dua sekolah yang masuk 10 besar, yaitu SMP Muhammadiyah Program Khusus Kota Barat Solo yang berada di urutan ke-3 dan SMPN 1 Solo yang berada di peringkat ke-7.

Tentu ini menjadi prestasi dan kado istimewa tersendiri bagi insan pendidikan di Kota Solo, baik pelaku pendidikan di sekolah negeri maupun swasta. Bagi kalangan luar yang tidak mengikuti dari dekat denyut nadi pergumulan pendidikan Islam dan dinamika sekolah santri, fenomena pasang naik ini mungkin mengejutkan.

Bagi mereka yang mencermati dan menggeluti derap langkah pendidikan Islam kontemporer malah tidak terlalu mengagetkan. Gejala pasang naik pendidikan Islam sesungguhnya telah berlangsung lebih dari satu dekade lalu, bermula sejak awal 2000-an.

Ini seiring dengan munculnya kesadaran yang membuncah di kalangan menengah muslim bahwa perbaikan kehidupan hanya bisa dilakukan dengan jalan memperbaiki lembaga pendidikan Islam.

Sebenarnya untuk tingkat SD dominasi sekolah Islam atas sekolah negeri sudah terlihat sejak satu dekade lalu dan belakangan ini malah semakin menguat. Sebuah fenomena paradoksal terjadi ketika SD negeri banyak yang tutup dan dilakukan penggabungan, SD Islam malah tumbuh subur.

Selanjutnya adalah: Pasang naik SD Islam sejak satu dekade lalu…

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply