Antrean kendaraan di Jl. Solo-Purwodadi tepatnya di sekitar Perempatan Gemolong, Sragen, Rabu (28/6/2017) siang. (Kurniawan/JIBI/Solopos) Caption : Antrean kendaraan di Jl. Solo-Purwodadi tepatnya di sekitar Perempatan Gemolong, Sragen, Rabu (28/6/2017) siang. (Kurniawan/JIBI/Solopos)
Kamis, 29 Juni 2017 16:30 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

Kemacetan di Gemolong Sragen Tak Lagi Parah, Ini Penyebabnya

Kemacetan di Perempatan Gemolong, Sragen, tidak separah tahun-tahun sebelumnya.

Jatengpos.com, SRAGEN — Jumlah kendaraan mudik dan balik Lebaran 2017 yang melewati perempatan Gemolong, Sragen, tidak sepadat tahun lalu. Kemacetan yang biasa terjadi di titik tersebut hingga beberapa kilometer jauhnya tidak separah tahun-tahun sebelumnya.

Bahkan volume kendaraan yang lewat ditaksir turun 30-40 persen. Penyebab penurunan jumlah kendaraan diyakini karena dioperasikannya jalan tol Solo-Kertosono (Soker) bagi pemudik. Sebab berdasarkan data pengelola jalan tol, terjadi peningkatan signifikan jumlah kendaraan yang lewat jalan tol Soker dibandingkan tahun lalu.

Pantauan Solopos.com, arus kendaraan di sekitar Perempatan Gemolong padat merayap beberapa hari terakhir karena antrean panjang kendaraan terjadi dari empat penjuru. Kendati demikian, tak sampai terjadi kemacetan. Petugas ditempatkan di persimpangan untuk mengatur arus lalu lintas. Jalan lingkar Sragen menjadi pilihan untuk mengindari kepadatan di Perempatan Gemolong.

Pengaruh pengoperasian jalan tol Soker terhadap penurunan volume kendaraan yang lewat Gemolong diakui personel rescue Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Sragen, Joko Wahono, yang berjaga di Pos Pam Mudik Lebaran Gemolong. “Pencermatan kami tak seramai tahun lalu. Terjadi penurunan volume kendaraan 30-40 persen,” ujar dia, Kamis (29/6/2017).

Joko menjelaskan kemacetan dan kepadatan lalu lintas sudah rutin terjadi di Gemolong saat arus mudik dan balik Lebaran. Perempatan Gemolong menjadi simpul kemacetan paling parah. Keterlibatan RAPI di posko posko mudik Lebaran diharapkan membantu kelancaran lalu lintas. “Kami memberikan informasi terkait kondisi lalu lintas kendaraan dari daerah ke daerah,” tutur dia.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Sragen, Hariyanto, mengakui jalan tol Soker mampu menyedot kendaraan. Dia berharap pembangunan jalan tol Trans Jawa dengan tol Soker sebagai bagiannya, bisa segera tuntas agar tahun depan jalan tol sudah beroperasi penuh.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply