Caption : Kendaraan antre di gerbang tol Cipali di Palimanan, Cirebon, Kamis (29/6/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Dedhez Anggara)
Kamis, 29 Juni 2017 15:39 WIB Adib Muttaqin Asfar/JIBI/Solopos/* Peristiwa Share :

Kendaraan Masuk Tol Cipali Melonjak H+4 Lebaran, Besok Makin Padat

Jumlah kendaraan yang masuk Tol Cipali melonjak pada dalam kurun waktu H+3 – H+4 Lebaran.

Jatengpos.com, CIREBON — Arus balik kian mendekati puncak di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), khususnya di Gerbang Tol (GT) Palimanan utama, pada H+3 Lebaran 2017, Kamis (29/6/2017) pagi. Hingga pukul 06.00 WIB, terjadi peningkatan arus balik ke arah Jakarta hingga sebesar 59% dibanding hari sebelumnya.

Dalam siaran pers yang diterima Solopos.com, PT Lintas Marga Sedaya menyebutkan total jumlah kendaraan keluar dan masuk tol Cipali dari GT Palimanan naik 19% menjadi 76.119 unit dari Rabu (28/6/2017) pagi, yakni 63.701 unit.

Sepanjang Rabu pagi pukul 06.00 WIB hingga Kamis pagi pukul 06.00 WIB, kendaraan ke arah Jakarta mendominasi pintu masuk GT Palimanan utama sebanyak 51.879 unit. Sehari sebelumnya, jumlah kendaraan hanya 32.523 unit. Sementara itu, jumlah kendaraan menuju Cirebon menurun 22% menjadi 24.240 unit, setelah kemarin mencapai 31.178 unit.

Mulai Jumat (30/6/2017) pukul 00.00 WIB, larangan Kemenhub agar truk angkutan barang dan kendaraan berat tidak melintas di jalan tol akan dicabut. Dengan demikian, besar kemungkinan lalu lintas di tol Cipali akan semakin padat. PT LMS mengimbau pengemudi agar lebih berhati-hati dan selalu menjaga jarak dengan kendaraan lainnya. LMS mengimbau pengemudi mematuhi batas kecepatan maksimal 100 km/jam.

“Pengemudi juga diimbau agar berhati-hati saat melewati Km 92+300 B arah Jakarta karena ada pengalihan jalur, yaitu penutupan lajur 1 ke lajur 3 median [widening]. Demi menjaga kelancaran, LMS telah memasang rambu-rambu dan MWB atau rubber cone sebagai petunjuk pengalihan jalur untuk para pengemudi,” kata Corporate Communication PT LMS, Okky Brahma, dalam siaran pers.

LMS juga melakukan imbauan kepada pengemudi bus untuk mengambil lajur yang disediakan dan mengikuti arahan petugas pengatur lalu lintas di gerbang tol, karena tidak semua gardu satelit di GT Palimanan utama bisa dilewati kendaraan bus. Hal ini dilakukan agar kendaraan besar seperti bus tidak menutupi kendaraan lain saat memasuki gardu tol dan dengan demikian menjaga kelancaran di gardu tol.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply