Kendaraan yang menuju arah barat berjalan perlahan di kawasan Tompak, Desa Tanduk, Ampel, Jumat (30/6/2017). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos) Caption : Kendaraan yang menuju arah barat berjalan perlahan di kawasan Tompak, Desa Tanduk, Ampel, Jumat (30/6/2017). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)
Jumat, 30 Juni 2017 20:24 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

LEBARAN 2017
H+5, Arus Balik di Boyolali Padat Merayap

Lebaran 2017, pada H+5 atau Jumat (30/6/2017) arus balik yang melewati Boyolali padat merayap.

Jatengpos.com, BOYOLALI—Pada H+5 Lebaran atau Jumat (30/6/2017) arus balik yang melewati wilayah Boyolai ramai lancar. Dari pengamatan Jatengpos.com, di jalur Solo-Semarang dari Bangak (Banyudono) hingga Ampel, situasi lalu lintas di Kota Susu relatif lancar. Kemacetan atau kepadatang lalu lintas terjadi di beberapa lokasi pada saat-saat tertentu saja.

Sekitar pukul 09.30 WIB-10.00 WIB, kepadatan lalu lintas sudah terasa sejak kawasan Penggung (Boyolali Kota) hingga Ampel. Selain itu, adanya penyempitan dan persimpangan membuat kendaraan harus menunggu/mengantre. Kendaraan yang didominasi berpelat luar kota seperti Semarang, Kedu, Bandung, dan Jakarta ini mengular hingga beberapa kilometer.

Lebih ke barat, kendaraan melaju dengan kecepatan sangat rendah, bahkan sesekali harus berhenti beberapa saat. Kondisi ini berlangsung hingga ke kawasan Pasar Ampel. Polisi menyiasati situasi ini memberlakukan sistem buka tutup agar tidak terjadi kemacetan. Kendaraan menuju arah timur diberhentikan beberapa saat, sedangkan kendaraan menuju barat terus berjalan.

Selain itu, petugas juga memberikan akses satu lajur bagi kendaraan ke arah timur, sedangkan kendaraan dari arah sebaliknya diberikan dua lajur.

Sementara itu, di Boyolali Kota, khususnya di Jl. Pandanaran arus lalu lintas relatif lancar. Namun kendaraan roda empat juga berjalan lambat karena jalan cukup sempit dan sebagian digunakan untuk parkir.

Sementara itu, saat kendaraan dinilai cukup menyesakkan kota, polisi di pos Jl Solo-Boyolali menutup akses ke kota dan mengalihkan kendaraan roda empat ke Jl.Perintis Kemerdekaan. “Kalau kota sudah penuh, lalu lintas kami alihkan ke Jl.Perintis Kemerdekaan,” ujar salah satu polisi lalu lintas di pos tersebut.

Di Banyudono, kepadatan lalu lintas terjadi di persimpangan lampu merah seperti di Bangak dan Ngangkruk. Kabid Keselamatan Sarana dan Prasaran Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali, Didik Prihanto, mengatakan lalu lintas puncak arus balik di Boyolali diperkirakan terjadi Jumat. Namun tidak menutup kemungkinan jumlah kendaraan akan tetap banyak hingga Minggu (2/6/2017).

“Prediksi puncak arus balik hari Jumat [30/6/2017] tetapi tidak menutup kemungkinan sampai hari Minggu karena hari itu adalah hari terakhir cuti bersama dan banyak orang yang mengambil waktu tersebut untuk kembali ke tempat mereka,” kata dia.

Sesuai imbauan Menteri Perhubungan, pihaknya juga mengimbau agar pengusaha truk menunda pengoperasiannya sampai H+7 Lebaran.

 

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply