Bupati Gunungkidul, Badingah dan Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi bersalaman dengan warga dan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) saat digelar Open House di Bangsal Sewoko Projo, Kecamatan Wonosari. Rabu (28/6/2017). (JIBI/Irwan A. Syambudi) Caption : Bupati Gunungkidul, Badingah dan Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi bersalaman dengan warga dan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) saat digelar Open House di Bangsal Sewoko Projo, Kecamatan Wonosari. Rabu (28/6/2017). (JIBI/Irwan A. Syambudi)
Kamis, 29 Juni 2017 12:55 WIB Gunung Kidul Share :

LEBARAN 2017
Open House Bupati Gunungkidul Undang Kaum Difabel

Bupati Gunungkidul bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) mengelar open house

 
Jatengpos.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) mengelar open house di Bangsal Sewoko Projo, Rabu (28/6/2017) pagi. Hadir sejumlah Pimpinan Dinas, Aparatur Sipil Negara (ASN), masyarakat umum serta sejumlah kaum difabel.

Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan acara silaturahmi tahunan setelah Hari Raya Idulfitri itu terbuka untuk umum. Dengan harapan pimpinan daerah dapat menyatu dengan masyarakat.

“Jika kita dekat dengan masyarakat, kalau ada permasalahan-permasalahan itu cepat bisa diselesaikan bersama,” ujarnya, Rabu.

Menjalin kedekatan dengan masyarakat dinilainya sangat penting dan tidak hanya dilakukan pada momen lebaran saja. Pasalnya menurut dia, jika masyarakat dekat dengan pimpinan daerah, maka tidak akan lagi sungkan menyampaikan keluhan dan persoalannya.

“Dengan silaturahmi ini semoga menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk tetap berjuang bersama memajukan Kabupaten Gunungkidul,” ujar Bupati.

Lanjutnya lagi, sejumlah warga penyandang disabilitas pun diundang ke Bangsal Sewoko Projo untuk diajak bersilaturahmi. Dengan begitu, para warga difabel dapat memiliki semangat karena mereka juga dapat dilibatkan dalam pembangunan daerah.

“Dia [kaum difabel] banyak yang dekat dengan saya. Kami juga sering berkomunikasi dengan warga komunitas difabel. Kalau ada permasalahan pasti langsung didiskusikan dengan saya. Kami tidak akan membedakan masyarakat, entah itu difabel atau bukan,” jelasnya.

Salah seorang difabel, yang juga merupakan Ketua Forum Komunikasi Disabilitas Kecamatan Ngawen, Mariman mengatakan pihaknya sangat berharap dapat dilibatkan dalam pembangunan daerah. Pasalnya meskipun memiliki kemampuan fisik yang terbatas namun tetap dapat berkontribusi untuk daerah.

“Kami akan sangat senang jika dilibatkan dalam proses pembangunan daerah. Meskipun kami memiliki kekurangan fisik tapi kami masih dapat memberikan kontribusi yang sama seperti yang lain,” ujar dia.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply