Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyapa warga saat berwisata di Puncak becici, Dlingo Bantul, Kamis (29/6/2017). (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja) Caption : Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyapa warga saat berwisata di Puncak becici, Dlingo Bantul, Kamis (29/6/2017). (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 30 Juni 2017 09:52 WIB Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja Peristiwa Share :

OBAMA DI JOGJA
15 Menit di Puncak Becici seperti Mimpi

Lengkap sudah liburan ala Obama di Kota Gudeg. Tak hanya terpusat di Sleman dan Jogja saja, bersama keluarganya, Presiden Amerika ke-44 itu pun menyambangi Bumi Projotamansari, Kamis (29/6/2017). Kali ini mereka menyempatkan diri mendatangi dua tempat di Bantul, yakni Puncak Becici dan Warung Bumi. Seperti apa ceritanya?

Halo, Mister ! Halo !

Tangan keriput Subandi melambai-lambai. Keringat membuat jemari tuanya yang legam tampak mengkilat.

Sosok tua Subandi yang ceking, siang itu nyaris tak terlihat. Dia seolah tenggelam oleh gelombang pengunjung yang terus merapat ke bahu jalan setapak.

Memang, siang itu objek wisata Puncak Becici di Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo nampak tak biasa. Tak lagi ada orang yang silih berganti keluar masuk kawasan dengan seenaknya. Mereka yang sudah terlanjur di dalam, dilarang keras untuk keluar.

Begitu juga orang yang masih berada di sekitar gerbang, dilarang pula untuk masuk. Itu diberlakukan setidaknya dua jam sebelum Barack Obama dan rombongannya datang.

Sekitar satu jam jelang kedatangan mantan orang nomor satu di Negeri Paman Sam itu, Subandi dan ratusan pengunjung dibuat sibuk oleh aksi para petugas keamanan berseragam batik. Belasan petugas, dengan dibantu oleh para pengelola kawasan, bertindak cepat mengosongkan jalur yang hendak dilewati Obama.

Tak pelak, tergopoh-gopoh para pengunjung harus segera beranjak. Bahkan beberapa pengunjung yang sudah ada di puncak bukit pun harus berduyun-duyun turun.

Tak terkecuali dengan Subandi. Kakek berumur nyaris 80 tahun itu nekat berjalan menapaki tanjakan di kawasan Puncak Becici. Bukan untuk berwisata seperti pengunjung lainnya, dirinya hanya ingin melihat dari dekat sosok Presiden Amerika ke-44 itu.

“Dari jam 09.00 WIB saya di sini. Saya tadi sempat disuruh keluar. Tapi saya nglimpe dan duduk di sekitar pohon itu,” kata Subandi sambil menunjuk sebuah pohon pinus yang berdiri tegak lurus.

Sekitar pukul 10.40 WIB, iring-iringan mobil berkaca gelap mendekat ke arah gerbang. Dua mobil Toyota Land Cruisser bernopol khusus korps diplomatik yang masing-masing berwarna putih dan hitam bergerak maju paling depan.

Saat pintu terbuka, Obama dan kedua anaknya nampak santai menuruni mobil. Sejenak berbincang, mereka pun berjalan beriringan menapaki jalanan setapak sedikit menanjak ke arah puncak.

Tak lebih dari 15 menit, Obama yang didampingi kedua anaknya, Malia dan Sasha serta kakak tirinya, Maya Kassandra beranjak turun dari Puncak Becici. Menuruni jalanan setapak, Obama yang berkaos polo warna biru tua tampak santai menyapa pengunjung. “Saat saya ucapkan ‘Halo’, eh dia menoleh dan melambaikan tangan,” girangnya.

Terkesan hanya mampir, kehadiran Obama dan keluarganya itu jelas berkesan sangat dalam bagi pengelola Puncak Becici. Betapa tidak, sejak diresmikan 2015 lalu, objek wisata yang menjual panorama tebing dari ketinggian 380 mdpl memang belum pernah didatangi tamu kehormatan.

Tak tanggung-tanggung, tamu kehormatan pertama mereka adalah Obama. Nyaris tak bisa berkata-kata, pengelola objek wisata Puncak Becici masih saja tidak percaya. “Seperti mimpi, Mas,” singkat Sugandi, Ketua Operator Kawasan Puncak Becici.

Meski sebentar, kedatangan Obama, jelas menjadi pengharapan yang begitu besar. Tamu VVIP macam Obama, diharapkannya bisa menjadi modal penting mendongkrak popularitas objek wisata seluas 4,4 hektar itu. Jika biasanya hanya dikunjungi tak lebih dari 700 orang per harinya, ia berharap, Obama bisa membawa untung lebih.

Kendati didatangi oleh tamu sepenting Obama, tak ada hal khusus yang disiapkannya. Bukan tanpa sengaja, ia ingin Puncak Becici tampil seperti adanya. Deretan sembilan kios makan, hingga beberapa pedagang aksesori dan kerajinan, dibiarkannya tanpa ada penataan khusus. “Hanya dibuat sebersih mungkin saja,” katanya.

Puas melambai-lambaikan tangannya, Obama dan rombongan kembali ke mobil. Begitu saja mereka pun meninggalkan pengunjung yang masih tampak sibuk dengan  gawai yang baru saja mereka gunakan merekam gambar sang mantan presiden.

Iring-iringan mobil berkaca gelap kembali bergerak.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply