Ritual Bakar Tongkang jadi magnet wisata di Bagansiapiapi. (JIBI/Antara) Caption : Festival Bakar Tongkang jadi magnet wisata di Bagansiapiapi. (JIBI/Antara)
Kamis, 29 Juni 2017 05:00 WIB Alvari Kunto/JIBI/Solopos Travel Share :

Ternyata Ini Alasan Festival Bakar Tongkang Jadi Fenomenal

Festival Bakar Tongkang dikemas koloasal untuk tarik wisatawan

Jatengpos.com, ROKAN HILIR — Festival Bakar Tongkang yang digelar di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, selalu mampu mengundang ribuan wisatawan.

Tahun ini acara diadakan selama dua hari, Sabtu-Minggu (10-11/6/2017.  Pemerintah daerah pun tak luput mengemas acara ini secara apik menjadi agenda kalender Visit Indonesia.

Setiap tahunnya ritual ini mampu menyedot wisatawan dari negara Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan hingga Tiongkok Daratan.

Lantas apa yang membuat bakar Tongkang jadi fenomal? Seperti dilansir solopos.com dari wikipedia, Minggu (11/6/2017), Ritual Bakar Tongkang dikenal juga sebagai Upacara Bakar Tongkang atau singkatnya dalam Bahasa Hokkien dikenal sebagai Go Gek Cap Lak.

Bermula dari tuntutan mencari kehidupan lebih baik, sekelompok orang Tionghoa dari Provinsi Fujian, merantau menyeberangi lautan dengan kapal kayu sederhana. Saat bimbang kehilangan arah, mereka berdoa ke Dewa Kie Ong Ya agar diberikan penuntun arah menuju daratan.

Tak lama kemudian, pada keheningan malam tiba-tiba mereka melihat adanya cahaya samar-samar. Dengan berpikiran di mana ada api di situlah ada daratan dan kehidupan, akhirnya mereka mengikuti arah cahaya tersebut, hingga tibalah mereka di daratan Selat Malaka tersebut. Mereka yang mendarat di tanah tersebut sebanyak 18 orang yang kesemuanya bermarga Ang.

Cahaya terang yang dilihat ke-18 perantau ini rupanya dihasilkan oleh kunang-kunang di atas bagan (tempat penampungan ikan di pelabuhan). Para perantau lantas menamakan daratan tersebut dengan nama Baganapi yang kini dikenal sebagai Bagansiapiapi.

Mereka inilah yang kemudian dianggap sebagai leluhur orang Tionghoa Bagansiapiapi. Sehingga mayoritas warga Tionghoa Bagansiapiapi kini adalah bermarga Ang atau Hong.

Sejak masuk kalender Visit Indonesia, Festival Bakar Tongkang dikolaborasikan dengan paket wisata lain. Pemerintah setempat bahkan membuka tur ke pulau-pulau di sekitar Bagansiapi-siapi. Tak perlu khawatir soal transportasi, sudah tersedia kapal yang bisa digunakan turis.

Tak hanya wisata alam, Festival Bakar Tongkang juga menggandengn aneka kuliner yang siap menggoyang lidah para pelancong.

Sebut saja sambal belacan, asam pedas keladi, sup ikan kepala batu, anyang pangkek, rendang kerang, emping padi, sarak terung, misua rebus, anyang pucuk babueh. Ada pula minuman khas kolding, air serbat, mentimun terong, dan jus buah nipah. Kalau Anda tahun ini belum bisa ke sana, ada baiknya masukan Festival bakar Tongkang pada kalender piknik Anda tahun depan.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply