Ahmad Djauhar Caption : Ahmad Djauhar
Kamis, 31 Agustus 2017 06:00 WIB Kolom Share :

GAGASAN
Menangkal Stigma Islam Radikal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (28/8/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com.

Jatengpos.com, SOLO–Beberapa hari lalu saya beserta dua orang kolega sesama warga Indonesia mendapat undangan dari sebuah agency dari negara Abang Sam, Amerika Serikat, di Jakarta. Pada hari yang telah ditentukan ternyata hanya dua dari kami bertiga yang dapat menghadirinya.

Pada kesempatan itu bergabung pula dengan kami sejumlah agen pemerintah Amerika Serikat, baik orang bule Amrik yang datang langsung dari Washington DC maupun orang Indonesia yang dipekerjakan di instansi tersebut.

Mereka langsung menyampaikan pertanyaan yang menohok, yakni bagaimana menurut pandangan kami tentang bangkitnya kaum Islamis atau Islam radikal di Indonesia? Apakah kami merasakan bahwa mereka ini mengancam sendi-sendi demokrasi di negara kita tercinta Indonesia?

Ini saya kira pertanyaan yang sangat khas dari orang Amerika Serikat yang kemakan berita bahwa seolah-olah Indonesia ini sudah sedemikian gawatnya. Harus saya akui bahwa di antara agen Amerika Serikat yang orang Indonesia itu, dan dapatlah dianggap sebagai kaki tangan mereka, memiliki pola pikir yang cenderung Westernist.

Tidak mengherankan ada seorang teman yang pernah membisiki saya bahwa siapa pun orang Indonesia yang bekerja di instansi Amerika Serikat, termasuk yang berkantor di Jakarta, sedikit banyak menjalankan fungsi sebagai agen bagi kepentingan pemerintah Amerika Serikat.

Saya hanya dapat mencoba menjelaskan kepada mereka apa yang dikondisikan sebagai Islam radikal (atau garis keras) itu adalah stigma atau label yang tidak tepat dan/atau menyesatkan. Apakah kalau orang Islam mengikuti pengajian untuk mengetahui bagaimana sesungguhnya berislam yang benar dan kaffah itu salah?

Mereka sering secara sepihak memberikan label tersebut kepada kelompok muslim yang dalam pengajian mereka memang ingin mempelajari seperti apa Rasulullah Muhamamd SAW mempraktikkan Islam tersebut. Mempelajari atau mendalami agama secara mendalam hingga ke akar-akarnya (radix) itulah makna sesungguhnya dalam mengupayakan beragama secara kaffah.

Selanjutnya adalah: Tak pelak lagi seorang muslim harus mempelajari prinsip jihad…

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply