Ilustrasi distribusi air bersih. (JIBI/Solopos/Dok.) Caption : Ilustrasi distribusi air bersih. (JIBI/Solopos/Dok.)
Kamis, 31 Agustus 2017 18:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

KEMARAU 2017
Gubernur Jateng Instruksikan Kepala Daerah Deteksi Dini Kekeringan

Kemarau 2017 yang berisiko menimbulkan kekeringan di Jateng wajib dipantau para kepala daerah.

Jatengpos.com, TEGAL — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menunjukkan kesiapan jajarannya mendistribusikan air bersih yang mengalami kekeringan pada musim kemarau 2017 ini. Ia bahkan menginstruksikan kepala daerah di semua tingkatan untuk memantau kekeringan di daerah masing-masing.

“Kami harapkan partisipasi kepala daerah, apakah kades atau camat, untuk memantau sehingga begitu terjadi kekeringan, segera melapor kepada kami agar bisa secepatnya ditangani,” kata Ganjar seusai menyalurkan bantuan air bersih di Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Kamis (31/8/2017).

Ganjar mengungkapkan, saat ini banyak perusahaan, baik BUMN maupun BUMD, dan perusahaan swasta yang berniat membantu Pemprov Jateng melalui corporate social responsibility dalam mengatasi kekeringan di beberapa daerah. “Kita harapkan mereka bisa dalam koordinasi dan konsolidasi sehingga nanti distribusinya (bantuan air bersih) bisa merata,” ujarnya.

Menurut Ganjar, penyaluran air bersih ke daerah-daerah yang sudah mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun ini hanya solusi jangka pendek, sedangkan untuk jangka panjang perlu koordinasi dengan kepala daerah serta pihak terkait lain untuk membangun sumber-sumber air seperti embung, sumur bor, atau jaringan-jaringan air ke wilayah rawan kekeringan. “Droping air bersih ini hanya tindakan cepat dan jangka pendek, intinya BPBD, Tagana, dan PMI ikut stand by menyiapkan suplai air bersih,” katanya.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah Sarwa Pramana menambahkah bahwa 16 kabupaten di Jateng telah mengalami kekeringan. “Kekeringan telah terjadi di 68 kecamatan di 16 kabupaten dan sampai hari ini kami sudah droping sebanyak total 470 tangki air bersih, paling banyak di [Kabupaten] Tegal,” ujarnya.

Ke-16 kabupaten yang mengalami kekeringan itu adalah Jepara, Banjarnegara, Klaten, Boyolali, Kendal, Demak, Wonogiri, Pemalang, Magelang, Kebumen, Cilacap, Tegal, Banyumas, Sragen, Temanggung, dan Semarang. Dalam kunjungan kerja di Desa Dermasuci, Ganjar juga meninjau rumah relokasi dari warga yang tempat tinggal sebelumnya terkena bencana tanah bergerak.

Sejak sebulan terakhir, 26 keluarga telah dipindahkan dari lokasi yang rawan longsor ke tempat yang aman. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga menyerahkan bantuan Rp260 juta untuk 26 kepala keluarga jadi masing-masing Rp10 juta.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply