Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo turut menyaksikan konser Dream Theater (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja) Caption : Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo turut menyaksikan konser Dream Theater (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)
Sabtu, 30 September 2017 09:22 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Begini Semarak Kemeriahan Jogjarockarta

Jogjarockarta digelar di Stadion Kridosono

Jatengpos.com, JOGJA–Penampil utama Jogjarockarta International Rock Music Festival, Dream Theater menyuguhkan performa apik. Sepanjang pertunjukkan mereka menularkan semangat yang luar biasa kepada yang hadir menyaksikan. Musiknya cepat, berderap dan penuh dengan dentuman drum yang kencang dan bertenaga.

Baca Juga : Ganjar Ikut Menonton Dream Theater di Konser Jogjarockarta

Band asal Boston, Amerika Serikat ini membuka penampilannya dengan membawakan The Dark Eternal Night tepat pukul 21.00 WIB. Tepat seperti yang dijadwalkan penyelenggara. Sejak lagu pembuka, penonton sudah dibuat terkesima. Lagu itu dibawakan dalam waktu yang cukup lama. Dalam artian dengan permainan instrumental yang panjang. Suara-suara beragam bermunculan. Musiknya dimainkan dalam tempo super cepat. Tangan John Petrucci, sang gitaris dan John Myung (basis), begitu cepat. Tak heran jika Ahmad Albar, vokalis God Bless mengatakan mereka sebagai profesor musik yang setiap jarinya memiliki mata saat jumpa pers di Hyatt Regency, Kamis (28/9/2017).

Saat lagu tersebut dimainkan, sulit menahan kepala supaya tidak bergerak ke depan dan ke belakang. Lagu pembuka yang luar biasa. “Sangat luar biasa rasanya bisa kembali. Kita punya waktu tiga jam untuk menikmati musik. Sungguh, rasanya luar biasa bisa kembali ke sini,” kata vokalis Dream Theater, James Labrie pada konser yang digelar di Stadion Kridosono, Jumat (29/9/2017). Kata-kata tersebut langsung disambut teriakan meriah dari penonton.

Setelah mengucapkan salam pembuka, band beraliran progresive metal tersebut langsung menghentak dengan membawakan The Bigger Picture. Walaupun harus diakui, lagu ini tidak sedasyat The Dark Eternal Night. Penonton juga tidak banyak yang berjingkat-jingkat seperti sebelumnya. Setelah Bigger Picture, Dream Theater secara berurutan membawakan Hell’s Kitchen, The Gift of Music, Our New World. Parade nyanyian sempat terhenti saat John Myung melakukan aksi solo dengan mengkover lagu Jaco Pastorius yang berjudul Portrait of Tracy.

Langsung setelah aksi John Myung, Dream Theater menyanyikan lagu As I Am yang di kombinasikan dengan hit terkenal Mettalica, Enter Sandman. Pada momen ini penonton sangat terhibur. Mereka semua bernyanyi bersama. Mengacungkan tangan ke udara dan bertepuk tangan serta berteriak usai lagu didendangkan. Sesaat kemudian band tersebut membawakan Breaking All Illusions sebelum akhirnya rehat sejenak. Sesi pertama pun usai. Band ini sendiri dijadwalkan tampil hingga pukul 24.00 WIB.

Sebelum Dream Theater naik panggung. Penonton telah dihibur lewat penampilan Kelompok musik rock kawakan Indonesia, God Bless. God Bless tampil seakan mereka masih berusia 40-an. Mereka masih punya energi itu. Padahal, rata-rata personelnya sudah gaek. Vokalis God Bless, Ahmad Albar, misalnya, sudah berusia 71 tahun. Namun, entah kenapa mereka masih bisa tampil maksimal selama kurang lebih 1 jam 15 menit.

“Kuncinya adalah dengan pola hidup yang sehat. Tidur teratur, latihan teratur, olahraga teratur dan banyak-banyak berdoa,” kata Ahmad Albar ketika ditanya tentang rahasia dari stamina tangguhnya. God Bless sendiri mengawali penampilannya malam itu dengan single Blablabla. Saat itu penonton belum banyak yang ikut bersenandung. Baru ketika mereka membawakan lagu berjudul Kehidupan, para penonton, banyak diantaranya sudah tidak muda lagi, dengan penuh semangat bernyanyi bersama.

Malam itu, God Bless membawakan beberapa lagu baru yang terdapat dalam album anyar mereka, Cermin. Lagu baru yang dibawakan berjudul Bukan Mimpi Bukan Ilusi dan Cermin. Bahkan untuk lagu yang disebutkan lebih awal baru pertama kali dinyanyikan. Setelah menyanyikan Bukan Mimpi Bukan Ilusi, dari panggung tiba-tiba terdengar gamelan Bali yang disertai suara pria merafalkan doa doa yang artinya tak terjangkau. Gamelan itu ternyata pembuka lagu mereka berikutnya, yaitu Laskar.

Selepas itu, sang gitaris, Ian Antono berganti ke gitar akustik. Musik mengalun dan kemudian Ahmad Albar menyanyikan Syair Kehidupan. Suasana semakin hangat dan bergairah saat sekumpulan orang tua itu menyanyikan Panggung Sandiwara. Penonton seketika langsung mengibas-ngibaskan tangannya ke udara layaknya nyiur yang tertimpa angin.

Sehabis Panggung Sandirwara, hit-hit terbaik mereka macam Bis Kota, Rumah Kita, Musisi dan tentu saja, Semut Hitam secara bergantian dinyanyikan. Penonton pun tak kuasa untuk tidak ikut bernyanyi. Sehabis itu mereka memberikan tepuk tangan meriah lewat penampilan bertenaga dari God Bless.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply