Sejumlah haul truck dioperasikan di area tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Timika, Papua, Sabtu (19/9/2015). PT Freeport Indonesia kini mendapat izin ekspor untuk Juli 2015 - Januari 2016 dengan kuota ekspor mencapai 775.000 ton konsentrat tembaga. Selain itu Freeport mendapat pengurangan bea keluar menjadi lima persen lantaran kemajuan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) di Gresik, Jawa Timur, yang sudah mencapai 11 persen. (JIBI/Solopos/Antara/Muhammad Adimaja) Caption : Sejumlah haul truck dioperasikan di area tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Timika, Papua, Sabtu (19/9/2015). PT Freeport Indonesia kini mendapat izin ekspor untuk Juli 2015 - Januari 2016 dengan kuota ekspor mencapai 775.000 ton konsentrat tembaga. Selain itu Freeport mendapat pengurangan bea keluar menjadi lima persen lantaran kemajuan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) di Gresik, Jawa Timur, yang sudah mencapai 11 persen. (JIBI/Solopos/Antara/Muhammad Adimaja)
Jumat, 29 September 2017 22:30 WIB Genal A.N. Panggabean/JIBI/Bisnis Ekonomi Share :

Freeport Tolak Divestasi, DPR Duga Ada yang Langgar Komitmen

Surat Freeport yang menolak divestasi 51% membuat politikus DPR berspekulasi.

Jatengpos.com, JAKARTA — Freeport menyampaikan keberatan dengan skema divestasi saham 51% dengan menyampaikan surat kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu menyatakan bahwa ada yang tidak komitmen antara pemerintah dan Freeport. Menurutnya, Freeport tidak akan melayangkan sirat kepada pemerintah jika komitmen dilanggar.

“Bisa saja yang tidak komitmen itu pemerintah, atau bisa saja Freeport,” katanya saat dihubungi Bisnis/JIBI, Junat (29/9/2017).

Menurutnya, Komisi VII DPR telah melakukan rapat dengar dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan beberapa waktu lalu. Saat itu, Kementerian ESDM menyatakan bahwa perundingan telah selesai.

“Kenapa sekarang keluar surat? Apa pemerintah berbohong?”

Senada, anggota Komisi VII Muchtar Tompo mengatakan Kementerian Keuangan harus mampu menyelesaikan masalah tersebut, mengingat surat tersebut ditujukan kepada Kementerian Keuangan.

“Saya rasa, tugas Kementerian ESDM sudah selesai. Jangan sampai perundingan ini mentah di ranah Kementerian Keuangan,” katanya.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply