Kondisi bus yang terlibat tabrakan karambol di perlimaan Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jateng, Kamis (31/8/2017) malam. (Instagram-@sekitarkudus) Caption : Kondisi bus yang terlibat tabrakan karambol di perlimaan Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jateng, Kamis (31/8/2017) malam. (Instagram-@sekitarkudus)
Jumat, 1 September 2017 06:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KECELAKAAN KUDUS
Tabrakan Karambol di Kudus Sisakan Info Simpang Siur

Kecelakaan lalu lintas di Kudus dipastikan oleh polisi menelan sejumlah korban jiwa.

Jatengpos.com, KUDUS – Tabrakan karambol yang melibatkan tiga kendaraan di proliman atau simpang lima Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (31/8/2017) malam, menyisakan informasi simpang siur terkait korbannya.

Anggota Polsek Jati, Bripka Tirsa yang dihubungi Semarangpos.com melalui telepon meyakini jatuhnya korban jiwa. “Ini dipastikan ada korban jiwa. Namun jumlah pastinya belum tahu. Identitasnya juga belum diketahui. Ini polisi juga masih sibuk mengurusi TKP [tempat kejadian perkara],” ujar Bripka Tirsa kepada Semarangpos.com melalui saluran telepon.

Ia juga menjelaskan kecelakaan tersebut diduga dipicu bus berpelat nomor L 7519 UV yang mengalami rem blong dan menabrak satu mobil SUV dan satu mobil pikap pengangkut hewan ternak. “Kecelakaan itu melibatkan tiga kendaraan. Satu bus, satu minibus, dan satu pengangkut hewan ternak. Sementara masih diduga [kecelakaan] disebabkan rem bus blong,” papar Tirsa.

Namun, Kantor Berita Antara, menyebutkan bus yang mengangkut puluhan penumpang dan diduga menerjang lampu pengatur lalu lintas di proliman Tanjung, Jati, Kudus itu mengakibatkan puluhan korban mengalami luka-luka. Mengutip warga Desa Tanjung Karang, Jati, Kudus, Kasmin, yang berada di sekitar lokasi kecelakaan, kantor Berita Antara menyebutkan kecelakaan diperkirakan terjadi pada pukul 18.35 WIB.

Saat itu, bus milik PO Indonesia yang penuh penumpang itu melaju kencang dari arah Surabaya menuju Semarang. Ketika melewati persimpangan Proliman Tanjungkarang, kata dia, sopir bus terlihat berupaya menghentikan laju kendaraan dari jarak 200-an meter sebelum lampu merah. Sebelumnya, kata dia, lampu memang menyala hijau, namun ketika bus bernopol L 7519 UV melintas lampu berubah warna merah.

“Mengetahui lampu menyala merah, sopir diduga banting setir ke kiri melewati jalur lambat menuju Purwodadi,” ujarnya.

Hanya saja, lanjut dia, pada saat bersamaan, lampu pengatur lalu lintas dari arah Purwodadi menyala merah sehingga banyak kendaraan yang berhenti menunggu lampu menyala hijau. Sopir bus Indonesia yang bernawa Ikhwan, 52, asal Rembang itu diduga berupaya menghindari tabrakan dengan sejumlah sepeda motor maupun mobil yang antre di depan lampu pengatur lalu lintas dengan membanting setir sehingga bus roboh dan menimpa pengendara sepeda motor maupun mobil pribadi yang sedang antre di lampu hijau.

Akibat kejadian tersebut, dia menduga terdapat sejumlah korban luka, terutama pengendara sepeda motor yang tertimpa badan bus. Wawan, salah seorang penumpang bus, mengatakan dirinya duduk di bangku paling belakang bersama dua anaknya.

Akibat kejadian tersebut, Wawan yang merupakan warga Babatan, Jatim, mengaku mengalami luka di leher, sedangkan anaknya pertama mengalami luka pada mata sebelah kanan. “Beruntung, anak kedua yang masih balita tidak mengalami luka,” ujarnya.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Kudus Iptu Ngatmin menjelaskan bahwa kecelakaan diduga karena laju kendaraan cukup kencang. Saat melewati lampu pengatur lalu lintas, kata dia, lampu menyala merah, dan bus menerobos lampu, kemudian banting setir ke arah kiri dan oleng sehingga bus terguling ke kanan dan menimpa lima pengendara sepeda motor serta dua mobil pribadi.

Akibat kejadian tersebut, lanjut dia, 10 orang mengalami luka-luka dari pengendara maupun penumpang bus. Puluhan korban luka, katanya, dilarikan ke Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus untuk mendapatkan perawatan. Mobil Avanza bernopol H 9189 BF mengalami rusak parah, sedangkan mobil bak terbuka bernopol H 1949 BA yang membawa tiga ekor kambing juga mengalami kerusakan.

[Baca juga Diduga Rem Blong, Bus Picu Tabrakan Karambol di Tanjung Karang]

Padahal sebelumnya, netizen menyatakan tabrakan karambol di Kudus itu menelan delapan korban jiwa. Delapan korban tewas itu di antaranya empat pria dan empat wanita. Namun jumlah korban tewas dalam tabrakan karambol itu belum dapat dipastikan.

Namun yang pasti, Bripka Tirsa mengabarkan polisi masih berusaha mengevakuasi bus yang terguling di perlimaan Tanjung Karang hingga Jumat pukul 20.50. Ia juga menjelaskan kecelakaan di Tanjung Karang, Jati, Kabupaten Kudus itu memicu kemacetan lalu lintas. “Polisi masih berusaha mengevakuasi bus yang terguling mengalangi jalan. Kemacetan lalu lintas juga terjadi di bangjo Tanjung Karang karena kecelakaan itu,” pungkas Tirsa. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply