Siswa SMA Muhammadiyah 1 Sragen mengikuti pelatihan jurnalistik yang digelar Ekstrakurikuler Wasis Mutu MA Muhammadiyah 1 Sragen dan LPJS, di Griya Solopos, Sabtu (30/9/2017). (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos) Caption : Siswa SMA Muhammadiyah 1 Sragen mengikuti pelatihan jurnalistik yang digelar Ekstrakurikuler Wasis Mutu MA Muhammadiyah 1 Sragen dan LPJS, di Griya Solopos, Sabtu (30/9/2017). (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos)
Sabtu, 30 September 2017 14:00 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Solo Share :

PELATIHAN JURNALISTIK SOLOPOS
Pelajar SMA Muhammadiyah 1 Sragen Belajar Menulis Berita

Siswa SMA Muhammadiyah 1 Sragen belajar menulis berita.

Jatengpos.com, SOLO — Sebanyak 14 siswa SMA Muhammadiyah 1 Sragen mengikuti workshop penulisan jurnalistik di Griya Solopos, Jl. Adisucipto 190 Solo, Sabtu (30/9/2017). Pelatihan diselenggarakan ekstrakurikuler jurnalistik atau Wasis Mutu SMA Muhammadiyah 1 Sragen dengan menggandeng Lembaga Pelatihan Jurnalistik Solopos (LPJS).

Pembimbing Wasis Mutu, Kusumo, menjelaskan Wasis Mutu adalah ekstrakurikuler di bidang jurnalistik yang baru dibuka di SMA Muhammadiyah 1 Sragen. Kusumo mengajak para siswa ke Solopos untuk belajar menulis berita sesuai kaidah dan teknik yang baik.

“Kami ingin para generasi muda ini bisa menyampaikan suatu informasi atau berita sesuai dengan fakta jangan sampai saat anak-anak ini menulis tanpa mengetahui ilmunya, yang justru akan membahayakan mereka sendiri,” ujar Kusumo di Griya Solopos.

Pelatihan berlangsung cukup seru apalagi saat para peserta berlatih wawancara. Mereka bersimulasi mewawancarai Kusumo dan Manajer LPSJ Sholahuddin kemudian menuangkan hasil wawancara dalam sebuah berita.

Priyo, salah satu siswa SMA Muhammadiyah 1 Sragen kemudian membacakan hasil tulisannya. Tulisan dalam bentuk berita itu berisi sekitar tiga hingga empat kalimat yang sudah memuat unsur 5W1H (who, what, when, where, why, how) yang biasa tertulis pada sebuah kepala (lead) berita. Namun, tulisan Priyo dinilai masih seperti sebuah karangan.

“Seperti saat Priyo menuliskan tujuan dari pelatihan ini. Dalam tulisan itu tidak ada narasumber yang berkompeten untuk menjelaskan tujuannya. Jadi tujuan pelatihan yang ditulis Priyo hanyalah karangan Priyo sendiri, ini harus diperbaiki,” kata Redaktur Mingguan Solopos, Ivan Indra Kesuma, yang memandu pelatihan.

Agar berita yang ditulis Priyo menjadi lebih baik lagi, Ivan menyarankan Priyo mewawancarai Kusumo atau Sholahuddin.

Sementara itu, Sholahuddin berharap dari workshop penulisan jurnalistik siswa SMA Muhammadiyah 1 Sragen terinspirasi untuk terjun dan tertarik menekuni dunia jurnalistik.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply