Salah satu sudut wilayah RT 002/RW 023 Kelurahan Semanggi Pasar Kliwon yang disebut kawasan metal (mepet tanggul), Jumat (29/9/2017). (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos) Caption : Salah satu sudut wilayah RT 002/RW 023 Kelurahan Semanggi Pasar Kliwon yang disebut kawasan metal (mepet tanggul), Jumat (29/9/2017). (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos)
Jumat, 29 September 2017 23:35 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Solo Share :

PERMUKIMAN SOLO
Setitik Asa Baru untuk Penghuni Kampung Metal Semanggi

Warga dekat tanggul Kelurahan Semanggi, Solo, akan menjadi pilot project penanganan kawasan kumuh.

Jatengpos.com, SOLO — Jumat (29/9/2017) itu, Mulastri, 46, dan suaminya, Sartono, 47, warga RT 002/RW 023, Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, tak pergi bekerja. Mereka menghabiskan waktu di rumah yang lokasinya hanya satu langkah kaki dari tanggul Sungai Bengawan Solo.

Rumah yang hanya berukuran 5 meter x 2 meter dihuni empat orang, Mulastri, Sartono, dan dua anak mereka. “Baru satu tahun kami tinggal di gubuk ini. Sebelumnya di atas tanggul, dan sebelumnya lagi malah di sebelah timur tanggul [pinggir Sungai Bengawan Solo],” kata Mulastri saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat.

Rumah mereka sangat tidak layak untuk dihuni. Satu petak rumah hanya ada satu pintu tanpa ventilasi jendela. Untuk keluar rumah saja dia harus membungkukkan badan. “Saking kecilnya,” tutur Sartono.

Di dalamnya juga hanya ada dua lembar kasur untuk mereka tidur. “Enggak ada almari apalagi meja. Baju semua saya gantung pakai hanger, kadang saya gantung di luar rumah, ini berhubung hujan saya masukkan ke dalam rumah.”

Mereka biasa duduk-duduk di depan rumah yang tak lain adalah jalan setapak berimpitan dengan tanggul Bengawan Solo. Itulah kenapa kawasan tempat tinggal Mulastri itu disebut kampung “metal” atau mepet tanggul.

Tepat di atas tanggul depan rumahnya, ada tempat pembuangan sampah dan kandang ayam. “Kami terpaksa tinggal disini karena enggak punya uang untuk cari tempat tinggal yang lebih layak,” ujar dia.

Satu deret dengan rumah Mulastri, masih ada puluhan rumah yang sama-sama mepet tanggul. Satu rumah dengan rumah lainnya pun berimpitan. Rumah Mulastri misalnya berimpitan dengan rumah Prapti yang sudah masuk RT 004/RW 023.

Gang antara RT 004 dan RT 002 tak lebih dari dua meter. Jemuran pakaian berjajar di depan setiap rumah jadi pemandangan paling mudah ditemui di kampung metal. Saking padatnya pemukiman, banyak warga yang menjemur pakaian di atas genting.

Kanan kiri gang itu memang padat permukiman namun menurut Ketua RT 002/RW 023, Sigit Apriyanto, kebanyakan warga penghuni kawasan metal tak punya sertifikat tanah. Mereka menempati bantaran sungai yang merupakan tanah milik Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.

“Contohnya ini rumah saya, di bawah bangunan rumah ini itu sebenarnya saluran selokan dan kawasan ini termasuk kawasan tanggul, enggak ada yang punya sertifikat,” kata Sigit.

Kampung metal di Kelurahan Semanggi itu termasuk kawasan kumuh dan menjadi target prioritas program penanganan kawasan kumuh yang akan dilaksanakan pemerintah baik Pemerintah Kota (Pemkot) Solo maupun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2018.

Baik Mulastri maupun Sigit, pilot project penataan kawasan kumuh menjadi asa baru bagi warga penghuni “metal” agar bisa hidup lebih layak dan sehat. Warga RT 004/RW 003, Prapti, menjelaskan langganan penghuni kawasan metal adalah banjir, genangan, nyamuk, dan krisis air bersih.

“Tapi saya sudah terbiasa dengan yang namanya banjir,” tutur Prapti.

Selain mepet tanggul Bengawan Solo, rumah Prapti juga mepet dengan talut Jl. Kyai Mojo. Berdasarkan informasi yang diperoleh Solopos.com, penghuni kawasan metal di Semanggi mencapai 70 keluarga yang meliputi wilayah RT 002, RT 004, dan sebagian RT 005.

Ketua RW 023, Nur Rahmad, menjelaskan berdasarkan koordinasi dengan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperum KKP) terkait pilot project penanganan kawasan kumuh Semanggi, kawasan metal akan ditata. “Namun kami belum tahu teknis atau solusi penataan bagi warga penghuni mepet tanggul itu,” ujar Rahmad.

 

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply