Caption : Menkominfo Rudiantara (JIBI/Solopos/Antara)
Senin, 30 Oktober 2017 05:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati Kota Jogja Share :

BANDARA KULONPROGO
Investasi Jaringan Telekomunikasi Bakal Booming di Kulonprogo

Menkominfo menyarankan ada insentif untuk pengusaha jaringan telekomunikasi di lokasi bandara baru Kulonprogo.

Jatengpos.com, JOGJA— Pembangunan bandara baru di Kulonprogo turut menyita perhatian Menteri Komunikasi dan Informatika (menkominfo), Rudiantara, dalam kaitannya dengan pengadaan jaringan telekomunikasi di daerah tersebut. Menkominfo meminta otoritas bandara memberikan insentif kepada kalangan perusahaan jaringan seluler dalam menempatkan kabel-kabel jaringannya.

Ia mengatakan, salah satu infrastruktur yang sangat diperlukan dalam bidang jaringan telekomunikasi adalah jalur kabel atau ducting. Hal itu penting karena ia meyakini adanya bandara akan menumbuhkan perluasan jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut. “Saya yakinkan akan ada broadband di Kulonprogo,” katanya saat ditemui di sela-sela pameran batik di Jogja Expo Center (JEC), pekan lalu.

Rudiantara meyakini adanya New Yogyakarta International Airport (NYIA) nanti dengan sendirinya akan mengundang pengusaha telekomunikasi memasang jaringan di kawasan bandara. “Bandara itu apalagi di Jawa, itu bisnis karena bandaranya bukan perintis. Karena bisnis, trafiknya banyak. Nah itu bisnis bagi operator seluler, tidak disuruh pasti akan bangun [jaringan],” katanya.

Tingginya daya tarik bandara terhadap perusahaan telekomunikasi membuatnya tidak khawatir akan ketersediaan jaringan di wilayah bandara tersebut. Satu hal yang menurutnya perlu diperhatikan adalah kemauan otoritas bandara dalam memberikan insentif kepada operator seluler dengan menyediakan jalur khusus untuk memasang kabel.

Insentif ini perlu diberikan mengingat di banyak tempat justru operator seluler diminta untuk membayar saat ingin menanamkan kabelnya di kawasan bandara. Sistemnya sama ketika seseorang menyewa ruang untuk berjualan di bandara.

Rudiantara meminta agar para operator seluler ini diberikan fasilitas yang layak dan insentif dalam pemasangan kabel. “Bukannya dicekik. Pasang satu titik berapa,” tuturnya.

Sementara itu, Pemimpin Proyek Pembangunan NYIA, Sujiastono menyampaikan infrastruktur pemasangan kabel jaringan sudah masuk dalam desain pembangunan. Hanya saja pihaknya masih akan mengecek ulang apakah model pemasangan kabel menggunakan sistem tanam atau gantung. “Tentu disesuaikan dengan kondisi areanya mana yang harus digantung
dan ditanam,” katanya.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply