Pengendara sepeda motor melintas di depan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo yang terletak di sisi barat kawasan Alun-alun Wates, Kamis (28/9/2017) kemarin. Bangunan itu sebelumnya merupakan Rumah Sakit (RS) Petronella Wates yang diyakini sebagai cikal bakal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates. (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja) Caption : Pengendara sepeda motor melintas di depan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo yang terletak di sisi barat kawasan Alun-alun Wates, Kamis (28/9/2017) kemarin. Bangunan itu sebelumnya merupakan Rumah Sakit (RS) Petronella Wates yang diyakini sebagai cikal bakal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates. (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Minggu, 1 Oktober 2017 05:23 WIB Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

BANGUNAN CAGAR BUDAYA
Bekas Rumah Sakit di Zaman Belanda

Bangunan cagar budaya dari peninggalan zaman Belanda

Harianjojga.com, KULONPROGO–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo yang terletak di sisi barat kawasan Alun-alun Wates adalah salah satu bangunan peninggalan Belanda. Bangunan itu sebelumnya merupakan Rumah Sakit (RS) Petronella Wates yang diyakini sebagai cikal bakal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates.

Berdasarkan catatan sejarah yang dihimpun Pemkab Kulonprogo dalam Ensiklopedia Budaya Kulonprogo, RS Petronella Wates adalah bagian dari Zending Belanda yang  fokus melayani masyarakat di bidang kesehatan. Kala itu, ada banyak RS Petronella di wilayah Jogja. Pusat layanannya berada di rumah sakit yang saat ini menjadi RS Bethesda, Jogja.

Direktur pertama RS Petronella Wates adalah dr.H.S.Purys. Dia menjabat sejak tahun 1906 hingga 1918. Pada awal masa jabatannya, Purys membangun rintisan RSUD Wates pada 1908. RSUD Wates yang sekarang berlokasi di wilayah Beji, Wates itu disebut sebagai cabang RS Petronella Wates.

Bentuk asli RS Petronella Wates memang sudah tidak banyak terlihat pada bangunan yang saat ini difungsikan sebagai kantor Dinkes Kulonprogo. Namun, ada beberapa bagian yang masih seperti zaman dulu, yaitu pada bangunan bagian belakang.

Kepala Seksi Sarana Prasarana Kesehatan dan Perizinan Dinkes Kulonprogo, Taviv Supriadi mengatakan gedung Zending Belanda itu pernah ditempati beberapa lembaga sekaligus setelah Indonesia merdeka. Sisi selatan digunakan Dinkes, sisi barat dipakai Kantor Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4), serta rumah sakit di sebelah utara. Pada 1975, kantor Dinkes dipindah ke Kompleks Pemkab Kulonprogo. BP4 pun dipindahkan ke gedung yang saat ini menjadi rumah dinas wakil bupati.

Pada 1982, layanan RSUD Wates pindah ke gedung baru yang kemudian terus dikembangkan hingga kini. “Pada tahun yang sama, Dinas Kesehatan pindah ke lokasi yang ditempati sampai sekarang ini,” ujar Taviv, Jumat (29/9/2017).

Taviv mengungkapkan, pihaknya berupaya mengumpulkan berbagai informasi seputar sejarah Dinkes Kulonprogo dari berbagai sumber. Salah satunya dari para pensiunan yang tergabung dalam Paguyuban Purna Karya Kesehatan (PPKK) Kulonprogo. “Dinas ini dulunya pernah disebut Dokabu atau Dokter Kabupaten, lalu jadi DKR atau Dinas Kesehatan Rakyat, dan sekarang Dinas Kesehatan Kabupaten,” kata dia.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply