Model memperagakan busana hasil karya Desainer Rory Wardhana pada Fashion & Luncheon di Narendra Restaurant The Sunan Hotel Solo, Senin (30/10/2017). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos) Caption : Model memperagakan busana hasil karya Desainer Rory Wardhana pada Fashion & Luncheon di Narendra Restaurant The Sunan Hotel Solo, Senin (30/10/2017). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)
Selasa, 31 Oktober 2017 21:52 WIB Ika Yuniati/JIBI/Solopos Issue Share :

FASHION SHOW
Keberagaman Kain Nusantara dalam Semangat Sumpah Pemuda

Fashion show dalam pergelaran Fashion & Luncheon digelar di Narendra Restaurant The Sunan Hotel Solo, Senin (30/10/2017).

Jatengpos.com, SOLO--Lagu Wanita yang menjadi soundtrack film Soekarno terdengar mengalun dalam acara Fashion & Luncheon di Narendra Restaurant The Sunan Hotel Solo, Senin (30/10/2017).

Tembang yang mengangkat tentang keanggunan para perempuan tersebut dinyanyikan pesinden Sruti Respati. Sruti yang sebelumnya mengisi talkshow kebangsaan Unity In Diversity bersama Martha Kristiana (Business Director Allianz ), dan Retno Wulandari (General Manager The Sunan Hotel Solo) tampak ayu berbalut kebaya putih.

Kekuatan perempuan dalam semangat Sumpah Pemuda masih berlanjut dengan fashion show bersama desainer Rory Wardhana. Mengusung tema Jiwaku, desainer kenamaan Solo ini menampilkan enam busana tradisional yang dia rancang khusus dari berbagai kain Nusantara. Ada pakaian adat Sumatra, Kalimantan, NTT, Irian Jaya, Lampung, dan Bali yang dirangkai dengan teknik drapery.

“Baju ini aku kemas biar kesannya lebih modern di cara peletakan baju. Pengambilan warna dan pemasangan aksesoris. Misal biasanya berat dengan aksesoris aku kasih beberapa saja,” kata dia.

Begitu juga dengan pemilihan rias wajah, Rory, menggunakan pulasan natural untuk menonjolkan kecantikan asli para perempuan. Dengan komposisi warna gold, hitam, dan biru. Serta tambahan tone hijau untuk model yang mengenakan busana Kalimantan.

“Dalam fashion show ini aku pengin menunjukkan bahwa Jiwaku itu ya enggak lepas dari budaya nusantara. Kain dan kekayaan budaya tradisi yang beragam,” tambah dia.

Serangkaian acara yang bertujuan merawat kebinekaan dalam semangat Sumpah pemuda tersebut diselenggarakan The Sunan Hotel Solo bekerja sama dengan Indonesia Marketing Association (IMA) chapter Solo.

Untuk mengukuhkan tema utamanya, para tamu undangan diminta mengenakan busana adat. Semangat nasionalisme semakin kentara ketika hidangan santap siang yang disediakan juga mewakili berbagai kekayaan kuliner Nusantara.

Ada ratusan jenis makanan Indonesia yang disediakan seperti karedok, asinan bogor, mi aceh, ayam betutu, dan aneka kue Indonesia. “Ini adalah momen untuk mengangkat kebinekaan. Bagaimana toleransi merawat kebinekaan dalam perbedaan,” kata Retno.

 

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply