Ilustrasi guru (JIBI/Harian Jogja/Reuters) Caption : Ilustrasi guru (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Minggu, 29 Oktober 2017 10:20 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Jangan Pikirkan Biaya, Sekolah di DIY Diminta Aktif Undang Guru Besar

Dewan Pendidikan dan Disdikpora DIY telah melaunching program Professor Goes To School di berbagai kabupaten/kota di DIY

Jatengpos.com, JOGJA – Dewan Pendidikan dan Disdikpora DIY telah melaunching program Professor Goes To School di berbagai kabupaten/kota di DIY.

Seluruh sekolah diminta secara aktif untuk mengundang guru besar tanpa harus memikirkan biaya karena profesor memiliki tanggung jawab pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Dewan Pendidikan DIY Prof. Danisworo menyatakan, salah satu program Professor Goes To School telah diawali dengan mengumpulkan seluruh kepala sekolah dari berbagai SMA/SMK seluruh DIY di setiap kabupaten/kota.

Di Sleman dan Gunungkidul misalnya, digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati. Program awal itu para kepala sekolah diberikan kuliah berkaitan dengan kondisi lokal daerah.

“Kebetulan waktu di Sleman kami memberikan pencerahan tentang Gunung Merapi dan kaitan dengan wisata. Gunungkidul kemarin materinya lebih ke arah Gunungsewu Geopark. Kalau Kulonprogo materi terkait NYIA [bandara baru], penjelasan dampak dan lainnya,” terangnya kepada Jatengpos.com, Sabtu (28/10/2017).

Sejumlah sekolah yang sudah pernah merasakan kuliah melalui program ini antara lain, SMP N Karangmojo Gunungkidul, SMP N 5 Jogja, SMP N Imogiri Bantul. Pihaknya setiap tahun tidak menarget jumlah sekolah yang harus disasar untuk dikunjungi.

Akantetapi berharap kepada seluruh sekolah di DIY agar meminta dengan mendatangkan profesor ke sekolah sesuai dengan kompetensinya. Prosesnya, sekolah dapat mengajukan permohonan ke Disdikpora DIY atau langsung ke Dewan Pendidikan DIY, kemudian dicarikan profesor yang berkompetensi dengan tema yang diinginkan sekolah.

Danisworo menegaskan, sekolah tidak perlu takut atau malu dalam mengundang Profesor untuk memberikan kuliah. Sehingga diharapkan tidak perlu memikirkan biaya. Mengingat Profesor juga memiliki tanggungjawab untuk pengabdian kepada masyarakat.

“Tidak perlu harus selalu dipikirkan [biayanya], memang ada beberapa sekolah yang menyiapkan anggaran khusus terutama yang tidak bisa menjemput misal dari Jogja ke Gunungkidul. Kalau ada yang jemput mungkin agak ringan,” jelas dia.

Melalui program Professor Goes To School diharapkan meningkatkan kualitas pendidikan di suatu sekolah dengan diberikan wawasan baru kepada guru. Mengingat, kata dia, seringkali masih ada guru yang kurang berkembang dalam meningkatkan kualitas personalnya.

Selain program itu, diharapkan pula guru-guru dapat mendatangi kampus melalui program Teacher Back To Campus untuk menemui para guru besar. Sehingga guru di sekolah juga aktif untuk bertanya kepada guru besar.

Terpisah Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji menyatakan Professor Goes To School diharapkan mendekatkan antara kampus dengan sekolah. Karena guru cenderung stagnan dalam mendapatkan pengetahuan. Sehingga dengan bertemu Profesor diharapkan mendapatkan wawasan baru sekaligus sebagai inspirasi.

Adapun Teacher Goes To Campus sebagai program pendamping agar terjadi keseimbangan. Ia memastikan seluruh kampus di DIY siap menerima kehadiran guru tersebut. Sehingga guru dapat belajar berbagai hal yang ada di kampus.

“Misal guru Matematika nanti belajar di jurusan Matematika, atau membawa muridnya juga. Karena dalam pembelajaran kurikulum 2013 itu tidak hanya klasikal saja murid bisa di bawa ke kampus juga. Ini kan jadi wahana belajar di kampus, dan sudah ada MoU, salah satunya dengan UGM,” jelasnya.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply