Caption : Pemain Persis Solo Fadli Nasir (kedua dari kanan) berebut bola dengan pemain Persis Solo Eli Nasoka (kanan) saat mengikuti sesi latihan di Stadion Manahan, Solo, Selasa (24/10/2017). (Nicolous Irawan )
Selasa, 31 Oktober 2017 20:25 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Indonesia Share :

LIGA 2
Jaga Momentum, Laskar Sambernyawa!

Liga 2 memasuki babak 8 besar.

Jatengpos.com, SOLO — Pendukung Persis Solo mulai mengkhawatirkan panjangnya jeda kompetisi menuju babak delapan besar Liga 2. Mereka waswas Bayu Nugroho dkk. kehilangan momentum karena tak bermain di laga resmi selama hampir tiga pekan. Di sisi lain, Pelatih sementara Persis, Freddy Muli, memastikan anak asuhnya tetap on fire menghadapi babak delapan besar.

Laskar Sambernyawa memang praktis tak bertarung di level tertinggi sejak bertandang ke markas PSS Sleman di babak 16 besar, 10 Oktober 2017. Dalam jeda kompetisi, Persis hanya melawan tim-tim yang kualitasnya lebih rendah seperti PS Pemda, tim Universitas Tunas Pembangunan (UTP) dan PS Mars. Di laga uji coba itu Joko Prayitno dkk. pun hanya mampu menang tipis.

“Kami lihat mood pemain jelas menurun karena jadwal pertandingan yang terus mundur,” ujar Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan, saat ditemui Solopos.com di kawasan Ngarsopuro, Selasa (31/10/2017).

Ginda enggan menyoal keputusan tim pelatih yang memilih berujicoba dengan tim lokal alih-alih melawan tim selevel. Sempat muncul wacana ekshibisi resmi melawan PSIS Semarang, tapi manajemen tim mengurungkan karena khawatir pemain malah cedera. Ginda mengaku percaya dengan kemampuan Freddy Muli meramu tim jelang laga keras di babak delapan besar.

“Pasti pelatih sudah punya pertimbangan sendiri. Kalau kami boleh saran, suporter menginginkan pemantapan formasi dan semangat bertanding dari para pemain,” tutur Ginda yang juga anggota DPRD Solo ini.

Sementara itu Freddy Muli menegaskan jeda kompetisi yang panjang tak boleh menjadi alasan bagi pemain untuk kehilangan semangat dan mental bertanding. Pelatih asal Palopo ini mengaku sudah mengatur porsi latihan dan uji coba agar moral pemain tetap terjaga. Demikian halnya latihan fisik agar vitalitas pemain tak kendor saat bermain di laga resmi.

“Tidak boleh itu [jeda panjang memengaruhi fisik dan mental]. Momentum harus tetap dijaga, harus punya motivasi. Mereka kan nyari duit dari sana, jadi harus profesional,” ujar Opa Freddy, sapaan akrabnya, saat ditemui Espos seusai memimpin latihan di Stadion Sriwedari, Selasa pagi.

Dalam latihan di Sriwedari, Opa Freddy fokus membenahi lini pertahanan agar tak gagap dalam membantu penyerangan. Dia menyebut ada sejumlah peningkatan dari para pemain meski belum signifikan. “Memang tak bisa instan. Tim ini ibaratnya grup kesenian. Gimana caranya bisa kompak dan menghasilkan suara yang indah, itu yang terpenting,” ucap eks Pelatih PSS Sleman ini.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply